Bojan Hodak Berpeluang Raih Gelar Pelatih Terbaik Liga 1 Secara Beruntun

Bojan Hodak ketika menerima penghargaan pelatih terbaik Liga 1 2023/24 di Stadion Gelora Bangkalan, 31 Mei 2024. (PERSIB.co.id)
Bojan Hodak ketika menerima penghargaan pelatih terbaik Liga 1 2023/24 di Stadion Gelora Bangkalan, 31 Mei 2024. (PERSIB.co.id)

MERAHPUTIH I BANDUNG — Pelatih PERSIB Bandung, Bojan Hodak, berpeluang mencetak sejarah sebagai pelatih pertama yang meraih gelar Coach of the Year Liga 1 secara beruntun. Namanya kembali masuk dalam daftar kandidat Pelatih Terbaik Liga 1 2024/25 yang dirilis oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Rabu (21/5/2025).

Pelatih asal Kroasia tersebut harus bersaing ketat dengan lima pelatih lainnya yang juga dinilai tampil gemilang sepanjang musim. Mereka adalah Imran Nahumarury (Malut United), Jan Olde Riekerink (Dewa United), Ong Kim Swee (Persis Solo), Angel Alfredo Vera (Madura United), dan Bernardo Tavares (PSM Makassar).

Kendati peluangnya besar, Hodak memilih merespons kabar itu dengan tenang. Ia tidak terlalu larut dalam euforia dan menolak berspekulasi soal kemungkinan mengulang prestasi pribadi seperti musim lalu.

“Bagus,” ujar Hodak singkat kepada wartawan usai memimpin sesi latihan PERSIB di Lapangan SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (22/5/2025).

Musim lalu, Hodak dinobatkan sebagai pelatih terbaik setelah mengantar PERSIB menjadi kampiun Liga 1 2023/24. Gelar itu diraih lewat perjuangan panjang yang ditandai dengan konsistensi permainan, kedalaman strategi, serta ketahanan mental anak asuhnya hingga akhir kompetisi.

Musim ini, Hodak kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai arsitek tim papan atas. Di tengah ketatnya persaingan Liga 1 yang semakin kompetitif, PERSIB kembali mampu tampil dominan dan sukses mempertahankan trofi juara.

Keberhasilan PERSIB mempertahankan gelar bukanlah perkara mudah. Di bawah arahan Hodak, Maung Bandung menunjukkan stabilitas permainan sejak awal musim. Mereka tercatat sebagai tim dengan jumlah kekalahan paling sedikit dan menjadi salah satu tim paling produktif dengan kombinasi serangan sayap cepat dan pertahanan solid.

Nama-nama seperti David da Silva, Marc Klok, dan Ciro Alves menjadi andalan Hodak dalam menyusun komposisi skuad yang seimbang. Namun, di balik nama-nama besar itu, kontribusi Hodak dalam menyatukan visi permainan dan membangun mental juara patut mendapat sorotan.

“Dia tahu bagaimana menjaga fokus pemain dalam tekanan. Itu tidak mudah. Kami belajar banyak dari pelatih,” ujar Klok dalam sebuah wawancara seusai laga pamungkas Liga 1.

Meski berpeluang besar, Hodak tetap harus mewaspadai sejumlah nama yang juga mencuat musim ini. Imran Nahumarury, misalnya, berhasil membawa tim promosi Malut United tampil mengejutkan dan menembus papan tengah klasemen akhir. Keberhasilan itu membuatnya mendapat banyak apresiasi dari publik sepak bola nasional.

Nama lain seperti Jan Olde Riekerink dan Ong Kim Swee juga tidak kalah mencuri perhatian. Riekerink sukses membangkitkan Dewa United menjadi tim dengan gaya bermain atraktif, sementara Ong Kim Swee mempersembahkan musim terbaik bagi Persis Solo sejak promosi ke Liga 1.

Sementara itu, Angel Alfredo Vera dan Bernardo Tavares tetap menjadi sosok berpengaruh di klubnya masing-masing. Kedua pelatih itu menunjukkan kepiawaian dalam meracik strategi serta mengembangkan pemain lokal.

Gelar Pelatih Terbaik Liga 1 bukan hanya sekadar simbol prestise, tetapi juga bentuk pengakuan atas kerja keras, dedikasi, dan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Menurut Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, pemilihan kandidat didasarkan pada evaluasi menyeluruh sepanjang musim.

“Kami menilai berdasarkan performa tim, kualitas taktik, pengembangan pemain, serta etika kepelatihan. Semua kandidat memiliki rekam jejak kuat musim ini,” kata Ferry dalam keterangan tertulis.

Pengumuman pemenang Pelatih Terbaik Liga 1 2024/25 dijadwalkan akan dilakukan pada acara Awarding Night yang digelar LIB usai berakhirnya kompetisi.

Apakah Hodak akan kembali naik podium? Waktu akan menjawab. Namun yang pasti, konsistensi dan prestasi yang ditorehkannya telah menempatkan dirinya dalam daftar pelatih tersukses dalam sejarah Liga 1.(RED)

Editor : Redaksi