Leksmana Menapaki Panggung Musik sebagai Solois, Persembahkan Debut Penuh Rindu “(Nantikan Ku Kan) Pulang”

MERAHPUTIH I JAKARTA – Setelah lama dikenal sebagai komposer dengan sentuhan khas serta kolaborasi terbarunya bersama Hanna Haloho, Anca Leksmana akhirnya resmi melangkah ke garda depan panggung musik sebagai solois. Momen penting itu ia tandai lewat peluncuran single debut berjudul “(Nantikan Ku Kan) Pulang” pada 25 November 2025, tanggal yang bukan sekadar pilihan, melainkan hari ulang tahun mendiang kakaknya.

Single pertamanya ini lahir dari ruang paling pribadi dalam hidup Anca: duka, rindu, dan memori yang tak pernah padam. Lagu tersebut menjadi monumen kecil atas sosok kakak laki-laki yang selama ini bukan hanya saudara, tetapi juga mentor musik, sahabat perjalanan, dan alasan Anca menyelami dunia kreasi suara.

“Kita tumbuh dan dewasa bersama. Dia yang ngenalin aku ke musik, ngenalin aku band, dan ngajak reguler-an ke mana-mana,” kenangnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/11/2025). Kalimat-kalimat itu meluncur dengan getir, mengisyaratkan betapa besar peran sosok tersebut dalam perjalanan bermusiknya.

Salah satu metafora paling mencolok dalam liriknya berbunyi: “Bila ku tanpa kamu bagai malam gelap tanpa bintang.” Frasa itu menjadi inti nyawa lagu, sebuah monolog tentang kehilangan cahaya yang dulu menerangi.

Anca juga mengungkap detail yang mencabik perasaan: drum milik sang kakak yang kini ia simpan di studio.

“Sebelum meninggal, Mas ngasih drumnya ke aku. Tapi setelah itu aku nggak sanggup masuk studio. Banyak kenangannya. Sampai suatu hari aku maksain diri masuk, dan liriknya mengalir begitu saja,” ungkapnya.

Secara musikal, “(Nantikan Ku Kan) Pulang” dibangun sebagai pop ballad modern dengan atmosfer yang penuh ruang, hening, dan melankolis. Denting piano yang lembut dipadu aransemen minimalis menciptakan lanskap emosional yang terasa intim, seolah pendengar sedang diajak duduk di sudut paling sunyi hati Anca.

Di balik produksi, Anca menggandeng Fifan Christa alias Atlesta sebagai produser dan Ezra Mandira untuk mengisi bagian gitar. Dua nama itu ikut memperkuat warna suara yang ingin ia hadirkan: sederhana, jujur, dan penuh berat emosi.

Melalui single debut ini, Anca Leksmana tidak hanya memperkenalkan diri sebagai solois, tetapi juga membiarkan publik melihat sisi paling rapuh dan manusiawinya. Ia berharap lagu ini tak hanya jadi ruang pengingat untuk dirinya, tetapi juga menjadi pelukan bagi mereka yang tengah memeluk duka serupa. (dpr) 

Editor : Redaksi