STY Bawa Amunisi Sendiri ke Persija, Eks Staf Timnas Indonesia Masuk Struktur Pelatih Macan Kemayoran

Shin Tae-yong
Shin Tae-yong

MERAHPUTIH I JAKARTA — Era baru Persija Jakarta resmi dimulai dengan langkah yang cukup mencuri perhatian. Pelatih anyar Shin Tae-yong dipastikan tidak datang sendirian. Ia disebut akan memboyong sejumlah asisten pelatih yang sebelumnya juga pernah bekerja bersamanya di Timnas Indonesia, menandai awal restrukturisasi besar di tubuh Macan Kemayoran.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers perkenalan dirinya sebagai pelatih baru Persija Jakarta yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6). Meski belum mengungkap nama secara lengkap, Shin memberikan sinyal kuat bahwa ia akan bekerja kembali dengan orang-orang yang sudah memahami filosofi kepelatihannya.

“Untuk asisten pelatih, ya pelatih-pelatih yang para wartawan juga mengenal pastinya karena sebelumnya ada di Timnas Indonesia juga bersama-sama waktu itu,” ujar Shin dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut langsung memunculkan sejumlah nama yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Timnas Indonesia di era Shin. Di antaranya adalah Yeom Ki-hun yang kala itu dikenal fokus membenahi sektor penyerangan, serta Lee Jae-hong yang sempat menangani aspek kebugaran pemain sebelum posisinya kemudian digantikan oleh Shin Sang-gyu.

Kendati demikian, Shin masih enggan merinci secara resmi siapa saja yang akan masuk dalam jajaran lengkap staf kepelatihannya di Persija. Ia memilih untuk menunggu proses finalisasi internal klub sebelum pengumuman lebih lanjut dilakukan kepada publik.

Di sisi lain, manajemen Persija Jakarta menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah pelatih asal Korea Selatan tersebut. Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa klub akan mempercepat penyusunan struktur kepelatihan agar Shin Tae-yong dapat segera bekerja secara optimal menjelang kompetisi Super League 2026/2027.

Menurut Prapanca, fleksibilitas diberikan kepada Shin untuk membentuk tim pelatih sesuai kebutuhan teknisnya. Hal ini dinilai penting agar proses adaptasi berjalan cepat dan efektif, mengingat Persija tengah menargetkan peningkatan performa signifikan dalam beberapa musim ke depan.

“Untuk tim pelatih dan asisten, tentunya tadi karena format kita prosesnya pengen cepat, tentunya biar Coach Shin tidak pusinglah, jadi dia membentuk satu tim sendiri yang dibawa oleh Coach Shin ya,” kata Prapanca.

Tak hanya soal staf kepelatihan, manajemen Persija juga menaruh harapan besar terhadap dampak jangka panjang dari kehadiran Shin Tae-yong. Klub ibu kota tersebut memberikan kontrak berdurasi tiga tahun kepada mantan pelatih Timnas Indonesia itu, dengan target pembangunan sistem yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Dan durasi kontrak kita itu kurang lebih 3 tahun. Kita itu kan berproses. Jadi tentunya Coach Shin juga perlu terlibat dalam infrastruktur Persija nanti, termasuk untuk pengembangan pemain muda kita, dan semua kita mencoba mengakselerasi selama 3 tahun ke depan ini,” jelas Prapanca.

Kebijakan ini menandai pendekatan baru Persija dalam membangun tim, tidak hanya berorientasi pada hasil instan, tetapi juga pada penguatan fondasi klub. Kehadiran Shin Tae-yong beserta staf pilihannya diharapkan mampu membawa standar baru dalam hal disiplin, intensitas latihan, hingga pengembangan talenta muda.

Dengan komposisi yang mulai terbentuk, publik kini menanti bagaimana wajah baru Persija Jakarta di bawah kendali Shin Tae-yong akan terlihat. Apakah kombinasi pelatih asal Korea Selatan dengan struktur baru Macan Kemayoran mampu membawa klub ibu kota kembali ke jalur juara, menjadi pertanyaan besar yang akan mulai terjawab di musim-musim mendatang.(jak)

Editor : Redaksi