Masih Ingat Ribuan Ikan Mati di Waduk SIER? Ini Hasil Uji Lab DLH


Ribuan bangkai ikan yang mati di waduk SIER Rungkut, Surabaya, awal Juni 2020 lalu.

MERAH PUTIH | Surabaya – Masih ingat kematian ribuan ikan di waduk SIER Jalan Raya Rungkut Industri, Kota Surabaya, awal Juni lalu? Bisa dipastikan penyebabnya bukan akibat anomali cuaca seperti diungkapkan manajemen PT SIER.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Eko Agus Supiandi menyatakan bahwa hasil uji laboratorium air di waduk PT SIER yang menyebabkan ribuan ikan mati itu tidak ada indikasi pencemaran limbah pabrik.

"Hasil uji lab dari sampel yang diambil menunjukan bahwa kandungan BOD melebihi baku mutu, dan nilai DO-nya rendah sekali bahkan ada yang 0. Hal ini mengindikasikan adanya cemaran organik di waduk tersebut sehingga menyebabkan turunnya kandungan oksigen mendekati 0 dan mengakibatkan kematian pada ikan2," kata Agus kepada Harian Merah Putih, Kamis (2/7/2020).

Dijelaskan Agus, penyebab kejadian tersebut kemungkinan karena populasi ikan yang terlalu banyak, dan bisa juga karena pakan ikan dan kotoran yang mengendap didalam waduk SIER dalam jangka waktu yang sangat lama.

"Penyebabnya bisa jadi karena populasi ikan yang terlalu banyak, pakan dan kotoran yang mengendap dalam waktu yang lama," terang Agus.

Agus menerangkan jika kemungkinan matinya ribuan di waduk PT SIER karena adanya pencemaran limbah industri sangat kecil. Hal itu, kata Agus, karena hasil uji laboratorium untuk parameter kimia dan logam berat masih di bawah ambang baku mutu.

"Kecil kemungkinan ikan mati di waduk tsb diakibatkan pencemaran limbah industri, karena hasil uji lab untuk parameter kimia dan logam berat masih di bawah ambang baku mutu. Selain itu organ hati dalam ikan tidak bengkak (sudah dilakukan cek fisiologi ikan mati yg diambil dari waduk)," papar Agus.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Surabaya meminta kepada PT SIER untuk memantau kualitas air waduk SIER secara berkala, minimal satu bulan sekali. "Saran dan arahan ke depan yang perlu dilakukan oleh PT. SIER harus memantau kualitas air di waduk SIER secara berkala minimal 1 bulan sekali. Memasang aerator di waduk, jadi sewaktu waktu bisa dioperasionalkan ketika kandungan DO di waduk drop. Mengontrol populasi ikan yang ada di waduk SIER. Melakukan pengerukan rutin di waduk SIER minimal 6 bulan sekali. Dan meningkatkan pengawasan ke industri di kompleks SIER, utamanya industri yang memiliki pretreatment," papar Agus.

DLH Surabaya menurut Agus juga sudah melakukan pemantauan terhadap efluen SIER serta kualitas waduk dan badan air secara berkala. DLH Surabaya juga akan melakukan pengawasan pengelolaan lingkungan terhadap industri di komplek SIER, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT SIER (Persero), Tuaji, mengungkapkan pihaknya telah mengambil sampel air danau untuk diuji di laboratorium perusahaan. Menurutnya, kejadian matinya ribuan ikan itu pernah terjadi 5 tahun lalu. "Pemulihan ekosistem air waduk akan dilakukan begitu hasil uji laboratorium sudah keluar," ujar Tuaji.

Matinya ikan diketahui setelah hujan deras melanda Surabaya. Ikan-ikan terpantau mengapung dan menepi di pinggiran danau. Waduk seluas 11 hektare itu berada di komplek pabrik dan pergudangan di lahan PT SIER di wilayah Kecamatan Rungkut, Surabaya. Beragam jenis ikan yang disebar di waduk tersebut oleh pihak perusahaan seperti ikan nila dan mujair.