Rusakkan Pipa PDAM Kepsul, Rekanan Proyek Lepas Tangan

Pipa induk distribusi penghubung instalasi pengolahan air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). HMP/CHO
Pipa induk distribusi penghubung instalasi pengolahan air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). HMP/CHO

 

MERAHPUTIH| KEPULAUAN SULA –Pipa induk distribusi penghubung instalasi pengolahan air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). Anehnya, rekanan yang mengerjakan proyek jembatan di Desa Waiham oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasiona XVI Ambon Satker Pelaksanaan  Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Maluku Utara tersebut tidak memberikan ganti rugi.Justru biaya perbaikan dibebankan kepada PDAM.

Direktur PDAM Kabupaten Kepulauan Sula, H.Djuwadi mengatakan kerusakan itu,karena ada pekerjaan proyek jembatan di Desa Waihama, memang itu kan milik kami, tapi siapa saja yang merusak harus kembalikan seperti semula, karena kita pelayanan masyarakat, "kata H.Djuwadi

Tambah H.Djuwadi, tapi tidak harus merusak kepentingan masyarakat,  jaringan Pipa dibongkar dan ditinggal begitu saja,  akhirnya pelayanan air ke masyarakat terganggu, sekarang di rusak untuk kepentingan pribadi atau kepentingan dinasnya, tapi kita harus kembalikan seperti semula untuk PDM.

Kita tidak ada dana, mereka kan ada dana, jadi tolong kalau bisa siapa yang rusak kembalikan seperti dulu supaya masyarakat tetap memakai air itu, Balai jalan dan jembatan membangun untuk kepentingan masyarakat, "tutup H.Djuwadi

 Sementara itu, Pengawas  lapangan PT.  Abdih Mulia Daya, Riyan Umasangaji saat diwawancari,  Sabtu (15/8) mengatakan sebelum proyek pembanguna jembatan dikerjakan, sudah melayangkan surat pemberitahuan di PDAM Kepulauan Sula. Namun, diduga tidak ditindak lanjuti oleh pihak PDAM, sebab, selama pekerjaan proyek jembatan berlansung pihak PDAM tidak pernah turun melihat secara lansung terkait dengan pipa PDAM ditempatkan di jembatan tersebut.

 "Jadi soal air tidak mengalir itu jangan salah kami, karena kita sudah layangkan surat pemberitahuan didalam isi surat itu kita meminta agar pihak PDAM agar bekerja sama dengan kami, tetapi mulai dari kami kerja pihak PDAM tidak pernah menghampiri kami, "ungkap Riyan

 Riyan mengaku, anggaran proyek pembangunan jembatan tidak terdapat untuk belanja pipa. Jadi kata Iyan, pipa air PDAM adalah tanggung jawab pihak PDAM.

 "Sekarang pekerjaan jembatan sudah selesai jadi mau bikin bagimana lagi, apakah jembatan itu mau dibongkar," tanya Riyan.(cho)

Editor : Eko Yudiono