Dijemput ASN saat Kampanye

Paslon Urut Tiga Pilbup Bursel Diduga Melakukan Pelanggaran


MERAHPUTIH| MALUKU- Pengerahan Kekuatan lewat jaringan penguasa, terus terjadi dalam masa kampanye. Pasangan calon nomor urut 3 Bupati dan Wakil Bupati  Kabupaten Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliazer Selsily diduga melakukan pelanggaran kampanye.

Setelah dihebohkan dengan video pengerahan dukungan dari Camat Kepala Madan Masri Mamuati kepada para Kepala Desa di Kecamatan Kepala Madan, kembali harianmerahputih.id mendapatkan rekaman video penjemputan Paslon nomor urut 3 Safitri Malik Solisa - Gerson E Selsily,  saat kampanye di Desa Pohon Batu, Kecamatan Waesama, kabupaten Buru Selatan.

 Di rekaman video  berdurasi 27 detik itu, terlihat ada beberapa ASN dengan atribut seragam dinas lengkap turut dalam penjemputan  Safitri Malik yang juga istri  Bupati Buru Selatan Tagop Solissa.

 Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Abdulah Elly yang dihubungì wartawan harianmerahputih.id  mengatakan, kejadian tersebut berpeluang masuk dugaan pelanggaran.

 "Kejadian itu berpeluang masuk dalam dugaan pelanggaran, menyiapkan sarana dan prasarana, tidak netral," tegas Elly.

 Seperti diketahui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada. Pada Pasal 70 ayat 1 menyatakan pejabat negara, pejabat daerah, pejabat aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, dan kepala desa atau lurah dilarang membuat keputusan dan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

 Penggunaan ASN dalam kepentingan politik pasangan calon,akan sangat berimplikasi pada terganggunya estafet kepemimpinan, Slogan kampanye virtual 2020 : ASN netral,Birokrasi kuat dan Mandiri, Netralitas ASN diatur dalam UU no 5 thn 2014 tentang ASN pasal 2 huruf F adalah salah satu penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN adalah Netralitas.(boy)