Pemprov Maluku Menghentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca


Ketua Satgas Covid-19 Maluku Kasrul Selang yang di dampingi jubir Covid- 19 Dr Donny Rerung memberikan keterangan kepada wartawan. HMP/BOY

MERAHPUTIH| MALUKU- Pemerintah Provinsi Maluku akhirnya menghentikan pengunaan vaksin AstraZeneca dengan kode distribusi CTMAV547 yang sebelumnya didistribusikan.


Vaksin AstraZeneca yang tiba di Ambon pada 4 Mei kemudian didistribusikan ke Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 147 vial dan tersisa di gudang penyimpanan dan belum didistribusikan sebanyak 64 vial.

“Jadi kita sudah terlanjur distribusikan 147 vial ke tiga kabupaten namun kita dapat pemberitahuan dari BPOM pusat bahwa pengunaannya dipending sambil menunggu hasil investigasi dari Pemprov DKI Jakarta dan tim Surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasai (KIPI),” jelas Ketua Satgas Covid-19 Maluku Kasrul Selang yang di dampingi jubir Covid- 19 Dr Donny Rerung dalam keterangan persnya kepada wartawan, di lantai II Kantor Gubernur Maluku, Selasa (18/5).

 Menurutnya, pihak Pemprov hanya diperintahkan untuk tidak menggunakan vaksin AstraZeneca dengan kode produksi CTMAV547.

" Kami tidak tahu alasan mendasarnya apa, tapi dimintakan untuk tidak digunakan dulu, sementara  ada yang sudah kami distribusikan pada tanggal 7 Mei kemarin,'' terang Kasrul.

Lebih lanjut Kasrul menambahkan, hasil rapat dengan tiga satgas yang telah menerima vaksin tersebut didapatkan kalau vaksin tersebut belum digunakan.
''Kami tunggu sampai hasil investigasi dari Pemprov DKI dan KIPI selesai, baru ada langkah selanjutnya mau digunakan atau tidak, sedangkan vaksin AstraZeneca dengan kode produksi yang lain tetap digunakan,'' tegasnya.

Terkait apakah kode vaksin ini sama seperti yang digunakan oleh warga DKI Jakarta dan tercatat  dua orang meninggal dunia pasca vaksin lalu kemudian secara nasional ditunda, Kasrul mengaku, pemerintah pusat tidak merinci soal itu.

" Kami tidak mendapatkan detailnya, yang pasti perlu dilakukan investigasi lebih mendalam," tandasnya lagi.(boy)