Oknum Trolley Bandara Memperjualbelikan Surat Keterangan GeNose


Ilustrasi surat keterangan GeNose. HMP/BOY

MERAHPUTIH|JAKARTA- Ditangkapnya dua petugas Genose C-19 Bandara Pattimura Ambon oleh Polda Maluku terkait penjualan surat hasil negatif GeNose C-19, berbuntut panjang. Pihak Bandara mengatakan, perbuatan tersebut dilakukan oleh oknum petugas trolley.

Pernyataan ini disampaikan Legal Compliance dan Stakeholder Relation Manager Bandara Pattimura Ambon Aditya Narendra, Sabtu (29/5).

"Oknum petugas trolley tersebut bukan pegawai PT Angkasa Pura I (Persero), melainkan pegawai PT Angkasa Pura Supports yang merupakan pengelola layanan GeNose C-19 di Bandara Pattimura Ambon,” tegas Aditya.

Aditya menambahkan,  Angkasa Pura I berkomitmen untuk menyediakan layanan GeNose C-19 sesuai syarat dan prosedur. “Perbuatan yang dilakukan oknum tersebut merupakan tindakan individu dan di luar tanggung jawab Angkasa Pura I,” tegasnya.

Kata Aditya, Angkasa Pura I sangat menyesalka tindakan oknum yang jelas merugikan semua pihak.” Angkasa Pura I bersama Angkasa Pura Supports selaku pengelola layanan GeNose C-19 di Bandara Pattimura Ambon akan melakukan evaluasi dan monitoring yang lebih ketat lagi,” pungkas Aditya.

Sebelumnya, pada Jumat, (28/5) , Kepolisian Daerah Maluku , menangkap enam orang  terkait jualbeli surat keterangan AntiGen dan GeNose palsu. Mereka yang ditangkap dengan inisial,  R (49), H (34), S (40), R (26), M (38) serta seorang wanita berinisial H (40).(boy)