di Era Pandemi Menuju Jawa Timur Bangkit

Peran Aktif Generasi Z Harus Dimaksimalkan


UMKM di Jatim memiliki ruang yang luar biasa untuk tumbuh, dikembangkan, dan diluaskan market-nya.

MERAHPUTIH I SURABAYA - “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia.” (Bung Karno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia).

Ucapan Bung Karno ini masih sangat relevan di abad modern seperti saat ini. Utamanya rakyat Indonesia dan dunia pada umumnya. Apalagi saat ini dunia masih memulihkan diri dari goncangan hebat Pandemi Covid-19. Sudah dua tahun Pandemi membuat sendi-sendi perekonomian dunia anjlok.

Puluhan juta bahkan lebih orang-orang kehilangan pekerjaan termasuk para pemuda tentunya. Indonesia khususnya Jawa Timur jelas terpukul utamanya dari segi ekonomi. Banyak pabrik mengurangi karyawan bahkan menutupnya karena Pandemi. Karyawan digilir kerja demi mengurangi cost pengeluaran.

Dampak pandemi membuat pemuda, khususnya harus bisa survive. Karena, disinilah mental dan kegigihan mereka benar-benar diuji. Pemuda di masa Pandemi harus pandai-pandai membuka peluang usaha. Peran mereka pun tidak bisa dianggap enteng di era pandemi menuju Jawa Timur bangkit dari keterpurukan utamanya di bidang ekonomi.

Gambaran peran pemuda yang berusaha menopang perekonomian Jawa Timur meski dalam skala kecil salah satunya adalah Arlian Pramadani, yang tinggal di kawasan Gresik. Pria 28 tahun yang akrab disapa Dani ini adalah bapak dari dua anak. Dani memang menikah muda sehingga di usianya yang belum genap 30, ia kini tengah menanti kelahiran anak ketiganya.

Dani juga termasuk korban pandemi Covid-19. Perusahaan yang ia ikuti merumahkannya bersama puluhan karyawan lain. Ia pun harus memutar otak agar bisa menghidupi keluarganya. Setelah melakukan survei di sekitar tempat tinggalnya, Dani akhirnya mantap membuka usaha jasa laundry. Alasannya, lingkungan tempat tinggalnya adalah lingkungan pekerja. Banyak pabrik dan perumahan. Otomatis bakal banyak pekerja yang terkadang tidak sempat mencuci baju kerja mereka. Larinya pasti ke jasa laundry.

Peluang itu ditangkap Dani meski dia bukanlah pioner di lingkungannya ketika membuka jasa tersebut. Ada sekitar tiga tempat laundry di lingkungan tempat tinggalnya. Namun ia tidak takut bersaing. Karena ia mempunyai trik layanan yang dijamin bakal membuat pelanggan setia pada jasa laundry yang dikelolanya.

Diantaranya adalah layanan antar jemput. Pelanggan tinggal menghubungi Dani via WhatsApp cucian kotor pun siap dijemput dan pakaian yang sudah dicuci setrika diantar kembali ke pelanggan. Usaha Dani berkembang dengan cepat. Awalnya ia hanya bekerja dibantu istrinya. Namun, seiring berjalannya waktu, Dani kini mampu mempekerjakan tiga orang pekerja.

Mesin cucinya pun bertambah. Dari satu mesin berkembang menjadi enam mesin cuci. Disamping layanan antar jemput, harga jasa yang dipatok Dani pun tergolong cukup bersaing sehingga banyak pelanggan baru yang awalnya mencoba-coba dan akhirnya cocok dengan pelayanan laundry Dani. Apa yang dilakukan Dani meski dalam skala kecil cukup membantu pertumbuhan ekonomi di masa Pandemi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, dalam konferensi pers melalui video live virtual, Kamis (05/08/2021) seperti dinukil dari kominfo.jatimprov.go.id mengatakan, ekonomi Jawa Timur Triwulan II-2021 dibandingkan Triwulan II-2020 meningkat atau tumbuh sebesar 7,05 persen (y-on-y). Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan nasional yang sebesar 7,07 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh sebesar 41,21 persen. 

Artinya apa? usaha jasa laundry yang dilakukan oleh Dani adalah salah satu usaha yang tepat di masa krisis dan era Pandemi seperti saat ini.

Dadang juga melanjutkan, bahwa sebagian besar lapangan usaha mengalami apresiasi atau pertumbuhan positif, kecuali Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang masih terkontraksi. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 41,21 persen, diikuti Transportasi dan Pergudangan 22,67 persen dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 14,81 persen. (kominfo.jatimprov.go.id)

Angka 41,21 persen bukanlah angka yang kecil di masa Pandemi seperti saat ini. Bukan tidak mungkin angka itu akan terus bertumbuh seiring dengan banyaknya pemuda-pemuda yang membuka Usaha Jasa. Bukan hanya laundry tentunya, tapi usaha jasa lainnya.

Meski usaha makanan dan minuman tumbuh 14,81 persen namun hal itu tidak menyurutkan keinginan para pemuda Jawa Timur untuk berusaha di bidang ini.

Seperti yang dilakukan Trivinda Nikmatul Marzusan. Ia fokus pada bidang usaha jualan makanan dan minuman.

Pandemi membuat, Azam, suaminya seringkali dirumahkan oleh perusahaan kayu tempat ia bekerja. Kebutuhan yang berjalan tidak sejalan dengan berkurangnya jam kerja. Pipin, panggilan karibnya pun tidak berpangku tangan. Ia mengajukan kredit ke Bank pemerintah demi memulai usaha baru. BPKB motor miliknya dihargai bank Rp 10 juta. Uang itu ia gunakan membeli freezer untuk berjualan es batu kristal. Dalam sehari, Pipin mampu menjual sekitar 30 kantong es batu yang per kantongnya ia jual Rp 5 ribu untuk ukurang 5 kg.

Tidak hanya itu, Pipin juga membuka usaha jualan es teh yang merknya ia beli secara franchise. Musim panas membuat usahanya lancar. Ia kemudian mengembangkan usahanya dengan berjualan sosis juga kentang goreng atau yang saat ini dikenal dengan sebutan frozen food.

Selain untuk berjualan es batu kristal, freezernya juga berguna untuk menyimpan frozen food yang memang memerlukan tempat penyimpanan khusus. Usaha jualan Pipin mampu menutup kebutuhan rumah tangga akibat berkurangnya jam kerja suaminya. Kegigihan Pipin juga mampu membuat neraca keuangan rumah tangganya menjadi kembali normal bahkan ia bisa menyisihkan uang untuk ditabung.

Dani dan Pipin adalah contoh pemuda di Jawa Timur yang mampu menangkap peluang usaha di tengah Pandemi. Peran pemuda-pemuda seperti Dani dan Pipin tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Mengingat, kreativitas mereka sangat dibutuhkan agar Jawa Timur bangkit di tengah Pandemi yang belum jelas kapan berakhir.

Jawa Timur bisa bangkit secara ekonomi jika ada pemuda-pemuda kreatif seperti Dani dan Pipin yang tidak berpangku tangan dan pasrah dengan keadaan melainkan menangkap peluang untuk bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19 yang mendera.

Pemuda adalah aset bangsa karena mereka adalah agent of change (agen perubahan). Harapan dan masa depan ada di pundak mereka.
Peran mereka adalah meneruskan perjuangan pemuda dari generasi sebelumnya.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan, Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun, berbagai hal yang berkaitan dengan kepemudaan adalah potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda.

Di Jawa Timur khususnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa bertanggung jawab untuk membina pemuda agar bisa mengembangkan segenap potensinya. Bakatnya serta kemampuannya.

Dalam rilis pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021, Khofifah menyampaikan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mencapai 7,05 persen, di mana 59,78 persen ditopang oleh pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Artinya menurut Khofifah, UMKM di Jatim memiliki ruang yang luar biasa untuk tumbuh, dikembangkan, dan diluaskan market-nya. (kominfo.jatimprov.go.id)

Nah, peluang besar ini harus bisa ditangkap pemuda di Jawa Timur. Potensi mereka harus lebih dikembangkan agar mereka bisa bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Juga mengembangkan hak-hak mereka agar mereka lebih berkarakter sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya untuk bisa mengaktualisasikan diri sesuai dengan cita-cita demi masa depannya yaitu ikut berperan aktif dalam pembangunan di Jawa Timur.

Pasar global memerlukan tantangan tersendiri. Pemuda sebagai generasi penerus tentunya menjadi salah satu fondasi utamanya dalam pembangunan.

Potensi pemuda yang saat ini disebut sebagai kaum milenial atau generasi Z harus benar-benar dimaksimalkan. Karena di tangan mereka, peran aktif mereka akan sangat diperlukan di era Pandemi menuju Jawa Timur bangkit. (dpr)