MERAHPUTIH I NGAWI - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi pelaksanaan verifikasi dan validasi data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Ngawi yang berlangsung tertib, lancar, dan tanpa penumpukan antrean.
Saat meninjau langsung proses layanan di SMAN 2 Ngawi dan SMKN 1 Ngawi, Khofifah menilai sistem penjadwalan daring yang diterapkan sekolah mampu menciptakan pelayanan yang lebih nyaman bagi calon murid maupun orang tua.
Baca juga: Jejak Karya Menggapai Asa, SMPN 35 Surabaya Lepas 323 Siswa Kelas IX dengan Kelulusan 100 Persen
Menurutnya, tahapan verifikasi dan validasi menjadi bagian penting dalam SPMB karena memastikan kesesuaian data yang diunggah secara online dengan dokumen asli yang dimiliki peserta. Proses tersebut menjadi fondasi agar seleksi berjalan adil, transparan, dan akuntabel.
"Calon murid datang sesuai jadwal yang telah ditentukan secara online, sehingga pelayanan lebih tertata dan tidak terjadi antrean panjang," ujar Khofifah.
Pemprov Jatim, lanjutnya, terus melakukan penyempurnaan mekanisme SPMB sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik yang responsif dan profesional. Ia juga mengimbau masyarakat segera menuntaskan proses verifikasi dokumen sebelum memasuki tahapan pendaftaran sesuai jalur yang dipilih.
Khofifah menegaskan seluruh proses SPMB dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat. Dalam seleksi SMA, nilai rapor memiliki bobot 60 persen dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 40 persen sehingga mekanisme penilaian dapat diketahui secara transparan.
Selain meninjau layanan SPMB, Khofifah juga menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera di SMAN 2 dan SMKN 1 Ngawi. Masing-masing menerima bantuan Rp1 juta sebagai dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan.
Baca juga: Misi Dagang Jatim–Sulut Tembus Rp1,88 Triliun, Emil Dardak: Kemitraan Harus Saling Menguatkan
"Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Kami ingin memastikan seluruh anak Jawa Timur, termasuk dari keluarga prasejahtera, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas," tegasnya.
Pemprov Jatim berharap sinergi antara Dinas Pendidikan, sekolah, dan masyarakat dapat menjaga kelancaran seluruh tahapan SPMB 2026/2027 di seluruh wilayah Jawa Timur.(ppS)
Editor : Redaksi