Tambang Emas di Kongo Runtuh, 50 Orang Tewas

harianmerahputih.id
Ilustrasi- Sejumlah penambang emas ilegal di Parigi saat melakukan aktivitas penambangan di salah satu galian. (ANTARA/Moh Ridwan)

MERAHPUTIH| KONGO- Tambang emas tradisional di Kongo runtuh dan mengakibatkan 50 orang tewas, Jumat sore waktu setempat. Lokasi tambang di Kamituga, wilayah Timur Republik Demokratik Kongo. Pernyataan ini disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat.

Keruntuhan itu terjadi di lokasi tambang "Detroit" sekitar pukul 3 sore waktu setempat setelah hujan lebat, kata Emiliane Itongwa, presiden Prakarsa Dukungan dan Supervisi Sosial atas Perempuan.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

"Beberapa penambang berada di lubang yang tertutup runtuhan dan tak seorang pun dapat keluar. Kami sedang memperbincangkan sekitar 50 orang muda," kata Itongwa.

Foto-foto dan video media sosial memperlihatkan ratusan orang, sebagian di antaranya dapat didengar menjerit di lereng sekitar jalan masuk lubang tambang.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

Tambang itu tidak terletak di konsesi emas Kamituga yang dimiliki oleh Korporasi Banro perusahaan tambang Kanada, kata kepala pengelolaan perusahaan itu.

Kecelakaan-kecelakaan penambangan sering terjadi di lokasi tambang tradisional di Kongo, dengan lusinan tewas setiap tahun di tambang-tambang di mana para penggali dengan peralatan seadanya mengeruk tanah yang dalam untuk mencari bijih emas.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

Peristiwa longsor di bekas tambang emas menewaskan 16 orang pada Oktober tahun lalu, sementara 43 penambang liar tewas pada longsor yang lain di sebuah penambangan tembaga dan kobalt pada Juni 2019. (red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru