MERAHPUTIH| MALUKU- Masyarakat Aliansi Taniwel Raya (Antara) yang berjumlah sekitar 100 orang, melakukan aksi Demo di depan kantor Gubernur Maluku Kamis (8/10).
Aksi Demo yang dilakukan oleh Antara ini adalah untuk yang kesekian kalinya. Mereka menuntut pencabutan ijin tambang yang dilakukan oleh PT Gunung Makmur Indah yang merupakan Perusahan Tambang Marmer di Kec Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno yang menjumpai pendemo Antara, mengatakan, selaku Pemerintah Provinsi dan mewakili Gubernur Murad Ismail, pihaknya menerima dan akan mempelajari sesuai aturan yang berlaku serta menyikapi pernýataan sikap dan tuntutan dari pendemo.
Ada tujuh pernyataan sikap yang disampaikan para pendemo. Diantaranya, Pertama, masyarakat dan mahasiswa Taniwel Raya menolak dengan tegas PT GMI di daerah Ulayat Taniwel Kasieh dan Nukuhai.
Kedua, menuntut Komisi II DPRD Maluku segera melakukan On The Spot ke Wilayah Negeri Adat yang dimasuki oleh Perusahan PT GMI.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
Ketiga, meminta kepada DPRD, mengeluarkan surat penangguhan seluruh ijin Administrasi oleh PT GMI. Ke empat, meminta Ketua DPRD Maluku untuk Mengevaluasi Kinerja Komisi II. Sedangkan kelima Meminta Gubernur Maluku untuk mengeluarkan surat pembatalan rekomendasi atas ketidaklayakan WIUP oleh PT GMI.
Ke enam meminta Gubernur untuk membatalkan proses rangkaian Amdal karena tidak layak disidangkan. Terakhir, meminta Gubernur Maluku mengevaluasi kinerja Kadis Lingkungan Hidup, Kadis ESDM, Kadis Kehutanan, Kadis Penanaman Modal, sebab kinerja mereka membuat kepercayaan Masyarakat terhadap Gubernur Maluku rentan menghilang.
Aksi demo Antara hari ini dipimpin oleh empat korlap masing-masing Reimond Nauwe, Baytia Masihuwey, Jems Kotta, dan Ade Lumamuly. Sementara Wagub Barnabas Orno ditemani oleh Kadis Lingkungan Hidup serta Kadis Penanaman Modal.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Aksi yang berlangsung dari pagi sampai siang ini juga mendapat kawalan ketat dari puluhan personil Sabhara Polresta Ambon. (boy)
Editor : Eko Yudiono