MERAHPUTIH|JAKARTA- Pemandangan tidak biasa terjadi di Tol dekat sedenak, Negara Bagian Johor, Malaysia, Minggu pagi. Sebuah pesawat ringan jenis Beechcraft model 35 bonanza yang dinaiki dua orang warga Singapura melakukan pendaratan darurat di lokasi.
"Menara Kontrol Lalu Lintas Udara CAAM Johor menerima panggilan pada pukul 10.40 pagi dari pilot pesawat yang memohon untuk kembali ke Lapangan Terbang Internasional Senai, Johor Bahru karena menghadapi masalah teknis," ujar CEO Otoritas Penerbangan Sipil (CAAM) Malaysia Kapten Chester Voo di Kuala Lumpur, seperti dilansir ANTARA, Minggu.
Baca juga: Naik 54 Persen, Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun
Dia mengatakan pesawat pribadi yang dikendalikan oleh Premier Air Singapora tersebut berada dalam penerbangan dari Lapangan Terbang Internasional Senai ke Negara Bagian Melaka.
"Dua pilot warga negara Singapura dilaporkan berada di dalam keadaan yang stabil dan pesawat telah dipindahkan ke lokasi yang tidak menghalangi lalu lintas di tol," katanya.
Dia mengatakan pasukan pencari dan penyelamat telah menyelesaikan semua tugas yang diperlukan.
Baca juga: Jokowi Bicara di Major Economies Forum on Energy and Climate 2021
"Penyelidikan akan dilakukan oleh Biro Penyelidikan Kecelakaan Udara di bawah Kementerian Transportasi Malaysia," katanya.
Sementara itu pada 8 November, dua helikopter yang sedang melakukan latihan penerbangan saling bertabrakan hingga mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Baca juga: Jokowi: P4G Harus Dilakukan dengan Cara yang Luar Biasa
Kecelakaan helikopter itu terjadi di Taman Melawati, Kuala Lumpur, pada jam 11.50 dengan melibatkan dua helikopter (9M-HCA & 9MHCB) jenis G2CA.
Kedua helikopter sedang melakukan latihan penerbangan dan lepas landas dari Lapangan Terbang Sultan Abdul Aziz Shah (LTSAAS), Subang, bersama empat orang kru. (red)
Editor : Eko Yudiono