MERAHPUTIH|GRESIK-Tidak kunjung ada perhatian dari Pemerintah daerah, Kepala Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Hardi, Jumat, (18/12) pagi mengajak warganya untuk kerja bakti mengguruk akses Jalan Bringkang ke Pranti.
Sekitar 30 orang terlibat dalam pengurukan sekitar 100 meter jalan rusak yang sebelumnya diberitakan harianmerahputih.id seperti kubangan kerbau karena lebarnya lubang dan terisi air ketika hujan turun.
"Hari ini saya mengajak warga untuk turun langsung untuk melakukan penggurukan. Sebab, kasihan warga sekitar dan pengguna jalan, Jalan ini adalah tanggung jawab Pemda. Tapi karena sifatnya mendesak kami terjun untuk memperbaiki jalan," ungkap Hardi. Ajak Hardi yang dilakukan via Whatsapp grup disambut warganya dengan baik.
"Tidak butuh lama, warga kemudian berkumpul di perbatasan Pranti dan Bringkang. Kami juga melibatkan unsur ormas keagamaan dan tokoh masyarakat mengerjakan perbaikan jalan," ungkap Hardi.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
Pantauan harianmerahputih.id, jalan yang semula ditanamai pohon pisang dan penuh kubangan air sudah tidak terlihat lagi. Sudah rata dengan sertu. "Kami sebelumnya sudah koordinasi dengan Dinas PU untuk menata paving yang sebelumnya tidak terurus. Setelah paving kami tata lalu diuruk dengan sertu serta paras," bebernya.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Harapan Hardi, pemerintah Kabupaten Gresik segera melakukan action terkait rusaknya jalan. "Apa yang kami lakukan sifatnya sementara. Kami harap pemerintah Kabupaten Gresik bisa cepat melakukan perbaikan. Kasihan warga juga pengguna jalan kalau jalannya rusak seperti ini," tegas Hardi.
Di bagian lain, Jamaah Kautsaran Shiddigiyah Menganti meski kemarin juga berpartisipasi memberikan bantuan tiga truk tanah urukan untuk memperbaiki jalan. "Mudah-mudahan apa yang kami lakukan sedikit banyak bisa bermanfaat sambil menunggu tindakan nyata pemerintah daerah," kata Santriaji, perwakilan Shiddigiyah. (ono)
Editor : Eko Yudiono