MERAHPUTIH|JAKARTA- Krisis kesehatan akibat COVID-19 membutuhkan keserasian kebijakan yang tepat di tingkat makro (pemerintah) dan perilaku mikro (masyarakat). Hal ini dijelaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Karena, kata Anies, jika hanya kebijakan yang tepat saja tapi tidak diiringi dengan perilaku mikro yang benar, maka hasilnya tidak akan ada.
"Sebaliknya, jika langkah mikro, individual benar, tapi tidak ada kebijakan makro yang tepat, maka pandemi ini akan sulit dikendalikan," kata Anies
pada Konvensi Nasional Media Massa dengan tajuk "Pers Nasional Bangkit Dari Krisis akibat COVID-19 dan Tekanan Disrupsi Digital" dalam menyambut Hari Pers Nasional (HPN) secara virtual, Senin, seperti dilansir ANTARA.
Hal ini, kata Anies, karena pandemi COVID-19 ini berbeda dengan bencana lain seperti menghadapi tsunami, gempa, bencana gunung meletus, atau ketika hujan hingga sungai meluap, sehingga butuh penanganan krisis yang berbeda.
"Bencana itu, peristiwanya terjadi sekali, sesudah itu dampaknya dikelola. Kali ini, peristiwanya terjadi terus menerus dan kita belum tau ujungnya kapan dan bagaimana, untuk kita kendalikan ini maka dibutuhkan langkah bersama di tingkat makro yakni kebijakan dan langkah bersama di tingkat mikro pribadi terjadi," katanya.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
Untuk hal tersebut bisa berlangsung, kata Anies, harus ada kesamaan kesadaran, ada kesetaraan pengetahuan, ada pemahaman yang tepat dan siapa yang bisa memainkan peran itu.
"Kemudian teman teman pers memiliki kesempatan untuk memiliki peran membangun kesadaran. Karena ini lah yang kemudian bisa memunculkan bagaimana saya pakai masker, jaga jarak, itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman kita dan hari ini media menjadi instrumen yang luar biasa penting," tutur Anies.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Instrumen penting itu terutama, dalam memonitor kebijakan pemerintah termasuk soal 3T (testing, tracing, treatment) dan mengampanyekan prilaku 3M (memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan) di masyarakat.
Untuk ini bisa berlangsung, harus ada kesamaan kesadaran, harus ada kesetaraan pengetahuan, harus ada pemahaman yang tepat dan siapa yang bisa memainkan peran itu, teman teman pers memiliki kesempatan untuk memiliki peran membangun kesadaran.(red)
Editor : Eko Yudiono