DPR Sesalkan Kasus Penganiayaan Perawat di Palembang

harianmerahputih.id
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. IST

MERAHPUTIH| JAKARTA-Kasus penganiayaan kepada seorang perawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang disesalkan oleh  Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena.

Penganiayaan tersebut dilakukan oleh seorang keluarga pasien yang tidak puas dengan pelayanan yang dilakukan oleh si perawat.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

 

"Sebagai pimpinan Komisi lX dan secara pribadi kami bersimpati dengan korban dan menyesalkan peristiwa kekerasan yang terjadi pada tenaga kesehatan," sesal Melki yang disampaikan melalui keterangan tertulisnya, Jumat (16/4). 

 

Politisi Fraksi Partai Golkar ini meminta Melki agar masyarakat lebih menghargai kerja tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam merawat dan menangani pasien dengan berbagai penyakit lainnya. Terlebih lagi, saat ini mereka juga terdepan dalam penanganan pasien Covid-19.

 

"Kami berharap hal serupa tak terulang, untuk itu kami meminta aparat hukum untuk memproses hukum pelaku sesuai ketentuan dan fakta yang terjadi," imbuh Melki. Ia juga mendorong agar manajeman rumah sakit dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan komunikasi yang baik kepada pasien dan keluarganya ketika sedang bertugas.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

 

Diketahui, aksi video kekerasan yang menimpa perawat RS Siloam Palembang yang terjadi Kamis (15/4) viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @Perawat_peduli_palembang. Perawat berinisial CRS tersebut mengalami luka lebam di bagian wajah, lantaran dipukul oleh JT yang merupakan ayah seorang pasien di RS Siloam.

 

Ketika menjemput anaknya, JT mendapati tangan anaknya berdarah setelah jarum infus dicabut oleh CRS. Melihat hal itu, JT lalu memanggil korban untuk menemuinya di ruang perawatan. CRS kemudian datang ke ruang perawatan bersama beberapa orang rekannya.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

 

Belum sempat menjelaskan, JT yang marah langsung menampar wajah korban. Tak hanya itu, CRS diminta untuk bersujud dan memohon maaf. Namun, lagi-lagi korban ditendang oleh pelaku di bagian perut hingga akhirnya dipisahkan oleh perawat yang lain.(red)

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru