Gubernur Khofifah: ASN Harus Berinovasi

Parawansa menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XII Tahun 2022 di Gedung Sasana Wiyata Praja BPSDM Provinsi Jawa Timur, Jumat (14/10/2022).
Parawansa menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XII Tahun 2022 di Gedung Sasana Wiyata Praja BPSDM Provinsi Jawa Timur, Jumat (14/10/2022).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XII Tahun 2022 di Gedung Sasana Wiyata Praja BPSDM Provinsi Jawa Timur. 

Sebanyak 60 peserta dari berbagai instansi yang berasal dari sejumlah Provinsi di Indonesia ini telah membawa dan menampilkan serta menunjukkan inovasi atau proyek yang mereka buat untuk perubahan. 

"Ya kalau inikan proyek perubahannya untuk proses sampai final, lulus gitu ya. Nah, bagaimana implementasi setelah kembali ke daerah masing-masing," ucap Khofifah, Jumat (14/10/2022).  

Kemudian untuk penerapan proyek yang dibuat ini, diharapkan Badan Pembangunan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Jawa Timur turut melakukan monitoring atau pengawasan. 

"Pesannya Bu Sestama, BPSDM diminta untuk melakukan monitoring. Bagaimana tindak lanjut dari berbagai proyek perubahan ini," imbuhnya. 

BPSDM Jatim telah melakukan uji seleksi ASN Achievement Award 2022, dimana mereka adalah ASN berwawasan Sustainable Development Goals (SDG’s). Bahkan telah mendapat pujian dari Dubes Swedia. 

"Itu teman-teman kemarin, itu waktu ada Dubes Swedia kan beliau cerita SDG's. SDG's, O itu BPSDM punya itu, program kita. Jadi Corpu SDG's saya cerita, wah ini lebih maju ini katanya," cerita Gubernur. 

Gubernur Khofifah menjelaskan, SDG's tersebut terutama soal climate change (perubahan iklim), lingkungan darat, dan lingkungan pesisir. 

"Saya cerita ini ada episentrumnya dan bukan hanya untuk Jawa Timur, karena yang ikut di sini dari berbagai Provinsi dan juga institusi pusat. Saya bilang yang mudah mudahan terus bisa berkembang," pesannya. 

Sementara itu, Sekretaris Utama LAN RI Reni Suzana mengatakan, dengan ditutupnya PKN Tingkat II ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi maksimal dalam menginisiasi gerakan perubahan dan juga sebagai pemimpin perubahan.

“Karena semua ilmu yang didapat selama PKN masih bersifat jangka pendek. Maka saya harapkan dengan predikat pemimpin perubahan, para alumni akan bisa menularkan dan menerapkan di lingkungan sekitar. Bahkan bukan hanya sekadar menularkan saja, melainkan juga memimpin perubahan,” harapnya.

Ia juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Khofifah dan Kepala BPSDM Prov Jatim yang berkomitmen untuk selalu melahirkan para pemimpin perubahan dengan standar yang ditentukan LAN RI. (red) 

Editor : prass prasetyo