Khofifah Indar Parawansa Hadirkan Ulama Dunia Syekh Afeefuddin di Maulid Akbar Masjid Al Akbar Surabaya
MERAHPUTIH I SURABAYA - Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Masjid Al Akbar Surabaya, Khofifah Indar Parawansa, kembali mengundang ulama internasional Al Syekh Al Sayyid Afeefuddin Al Jailani dalam acara Maulid Akbar di Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, Minggu (2/11.
Dalam sambutannya, Khofifah mengungkapkan rasa terima kasih atas kesediaan Syekh Afeefuddin untuk datang secara rutin dua bulan sekali dan berbagi ilmu dengan masyarakat Jawa Timur.
"Ini adalah kunjungan kedua beliau, dan sesuai janjinya, kali ini beliau datang bertepatan dengan peringatan Maulid Akbar serta Milad Masjid Nasional Al Akbar," jelas Khofifah.
Khofifah juga berharap kehadiran ulama besar ini menjadi berkah bagi masyarakat. “Semoga majelis ini dapat menjadi wasilah untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT serta syafaat dari Rasulullah SAW,” harapnya.
Syekh Afeefuddin sendiri merupakan tokoh penting di Baghdad yang memimpin Maktabah Alqodiriyah dan lembaga pendidikan di sekitar makam Syekh Abdul Qadir Jailani, yang memiliki perpustakaan terbesar ketiga di Irak. Khofifah berharap tokoh kharismatik ini dapat terus hadir di Jawa Timur untuk menyampaikan pesan-pesan moral melalui prinsip “My morality, my religion; my religion, my morality” atau dalam bahasa Indonesia, “Akhlakku agamaku, agamaku akhlakku.”
Dalam tausiyahnya, Syekh Afeefuddin, yang juga cicit Syekh Abdul Qadir Jailani, memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. “Kehadiran kita di sini adalah wujud cinta kepada Allah dan Rasulullah,” ungkapnya.
Syekh Afeefuddin menjelaskan, cinta kepada Rasulullah merupakan sebuah kenikmatan agung yang kelak akan dicatat dalam buku besar Rasulullah sebagai syafaat di hari akhir. “Majelis seperti ini penting diadakan secara rutin agar cinta kepada Allah dan Rasulullah terus tumbuh dan meningkatkan ketakwaan serta semangat kita dalam meneladani sunnah Rasulullah,” tuturnya.
Acara Maulid Akbar ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat hubungan antara umat dan ulama, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW di tengah masyarakat Jawa Timur. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih