Dukung Transisi Energi Hijau, Pemprov Jatim Serahkan PLTS ke Dua SMK di Surabaya
MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk SMK Negeri 2 Surabaya dan SMK Negeri 3 Surabaya, Senin (16/12/2024).
Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Kepala Dinas ESDM Jatim, Aris Mukiyono, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Joko Irianto. Kedua pihak tersebut menyerahkan secara simbolis PLTS kepada kepala sekolah kedua SMK tersebut.

Joko Irianto menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Jawa Timur dalam mendukung program transisi energi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
“Penyerahan PLTS Atap di dua SMK ini merupakan bagian dari upaya Jawa Timur menyongsong era energi hijau. Energi terbarukan memiliki peran vital dalam mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah,” ujar Joko.
Ia menambahkan, sebagai lumbung energi nasional, Jawa Timur memiliki kewajiban mempertahankan perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Aris Mukiyono menjelaskan bahwa potensi energi surya di Jawa Timur mencapai 176.390 MW. Potensi besar ini, menurutnya, harus dikelola secara optimal melalui perencanaan matang.
“Pemprov Jatim telah mengeluarkan berbagai regulasi pendukung, seperti Perda Jatim Nomor 3 Tahun 2024, Pergub Jatim Nomor 6 Tahun 2020, serta Surat Edaran Gubernur terkait pemasangan PLTS Atap di gedung pemerintah dan swasta,” jelas Aris.
Berbagai langkah tersebut, menurutnya, telah berhasil meningkatkan bauran energi baru terbarukan Jatim hingga 9,36 persen, melampaui target 6,55 persen yang tertuang dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED).
Hingga kini, Jawa Timur telah membangun PLTS dengan kapasitas total 75,23 MW, yang terdiri dari PLTS Atap sebesar 67,11 MW dan PLTS untuk daerah terpencil sebesar 8,12 MW. Hal ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan rasio elektrifikasi, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan.
“Pembangunan PLTS ini menunjukkan bahwa Jawa Timur serius mengakselerasi transisi energi yang berkeadilan dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Aris.
Lebih lanjut, Aris berharap pembangunan PLTS di SMKN 2 dan SMKN 3 Surabaya dapat menjadi inspirasi bagi berbagai sektor, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.
“Kami optimistis bahwa kolaborasi semua pihak akan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi di Jawa Timur, sekaligus mendukung target Net Zero Emission pada 2060,” tandasnya.
Dengan sinergi berbagai pemangku kepentingan, Jawa Timur berkomitmen menjadi pelopor transisi energi hijau di Indonesia. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih