Bandara Juanda Siap Layani Penumpang Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025
MERAHPUTIH I SIDOARJO - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan kesiapan Bandara Internasional Juanda dalam menghadapi libur panjang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Hal ini disampaikan AHY usai meninjau langsung fasilitas bandara, Jumat (20/12).
"Sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia, terutama untuk penerbangan menuju dan dari Indonesia Timur, Bandara Juanda telah siap melayani penumpang selama masa liburan ini," ujar AHY. Ia menambahkan, seluruh komponen utama bandara seperti terminal keberangkatan, kedatangan, dan fasilitas check-in dalam kondisi optimal.
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, AHY mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta operator bandara meningkatkan jumlah personel keamanan. Langkah ini bertujuan menciptakan suasana kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang.
"Fasilitas pendukung seperti kebersihan, pelayanan personel bandara, dan kelengkapan sarana prasarana telah dipastikan dalam kondisi prima," imbuhnya. AHY juga menyoroti peran gerai-gerai produk lokal di Bandara Juanda yang diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat selama masa liburan.
General Manajer Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menyampaikan bahwa bandara siap melayani lonjakan penumpang yang diprediksi mencapai 822 ribu orang selama periode Natal dan Tahun Baru. Pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 5.352 penerbangan, dengan peningkatan signifikan juga terjadi pada pergerakan kargo yang mencapai 3,7 juta kilogram.
"Kami memprediksi puncak arus penumpang Natal akan terjadi pada 21 Desember, dengan volume mencapai 53 ribu penumpang dalam 317 penerbangan," kata Tohir. Sementara itu, untuk libur Tahun Baru 2025, puncak lonjakan diperkirakan pada 28 Desember, dengan jumlah 42.800 penumpang dan 286 penerbangan.
AHY berharap, tingginya pergerakan masyarakat selama liburan dapat menciptakan peluang untuk meningkatkan perekonomian, baik melalui sektor transportasi maupun kegiatan ekonomi di sekitar bandara.
"Bandara Juanda tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga pusat ekonomi yang mengakomodasi produk-produk lokal. Ini menjadi bukti bahwa infrastruktur yang baik dapat memberikan manfaat berkelanjutan," tutup AHY. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih