Unair Perkuat Kepemimpinan Akademik Kawasan Lewat Forum Internasional

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menerima delegasi dari berbagai negara dalam forum World University Association for Community Development (WUACD) Summit 2025
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menerima delegasi dari berbagai negara dalam forum World University Association for Community Development (WUACD) Summit 2025

MERAHPUTIH I SURABAYA — Universitas Airlangga (Unair) kembali menegaskan perannya sebagai poros kerja sama akademik dan riset internasional di kawasan Asia dengan menjamu delegasi dari berbagai negara dalam forum World University Association for Community Development (WUACD) Summit 2025. Acara ini digelar bersamaan dengan ASEAN Microbial Biotechnology Conference (AMBC) dan ASEAN BCG Network Meeting and Conference yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur.

Malam resepsi penyambutan yang dikemas dalam jamuan Gala Dinner tersebut digelar di Gedung Negara Grahadi, Jumat (13/6/2025), dan dihadiri oleh delegasi dari negara-negara anggota ASEAN serta sejumlah akademisi dan ilmuwan dari India, Pakistan, Jepang, Thailand, Vietnam, dan Kamboja.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Unair, khususnya kepada Prof Muhammad Madyan, atas prakarsa untuk membentuk dan memimpin WUACD. Ia menilai forum ini menjadi medium penting untuk memperkuat jejaring riset lintas negara serta mengangkat peran perguruan tinggi sebagai motor pembangunan masyarakat.

“Saya ingin ucapkan selamat kepada Prof Madyan sebagai Presiden WUACD. Ini adalah sebuah prakarsa luar biasa dari Unair yang mampu mewadahi kerja sama internasional di bidang pengembangan masyarakat,” ujar Emil.

Emil menyatakan, Jawa Timur patut berbangga karena menjadi tuan rumah forum multilateral ini. Terlebih, konferensi tersebut juga mengusung isu-isu strategis, seperti ekonomi sirkular berbasis hayati (bio-circular green economy) dan bioteknologi mikroba, yang menjadi bagian dari agenda keberlanjutan kawasan.

“Saya melihat kehadiran para pakar bio-teknologi dari berbagai negara merupakan cerminan dari kekuatan kolaborasi ASEAN. Unair telah mengambil posisi kepemimpinan dalam menjalin sinergi antarnegara, dan ini sangat berarti bagi masa depan pendidikan tinggi dan penelitian di Jawa Timur,” kata Emil.

Sementara itu, Presiden WUACD sekaligus Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya Unair, Prof Muhammad Madyan, menuturkan bahwa pendirian WUACD dilandasi semangat untuk membangun sinergi antarperguruan tinggi, khususnya di kawasan Asia dan Australia. Forum ini, menurutnya, tidak hanya membahas isu akademik, tetapi juga menyasar persoalan-persoalan konkret yang dihadapi masyarakat di berbagai negara.

“Alhamdulillah, ini memang inisiatif dari Unair untuk membangun kerja sama antarperguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan masyarakat. Isu-isu seperti stunting, misalnya, ternyata bukan hanya masalah di Indonesia, tetapi juga menjadi tantangan di Malaysia dan negara lain,” ujar Prof Madyan.

Ia berharap WUACD menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam merumuskan solusi bersama atas permasalahan sosial dan kesehatan yang bersifat lintas negara. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan transformasi kebijakan.

Kegiatan WUACD Summit 2025 yang berlangsung di Surabaya selama beberapa hari ini menjadi bagian dari upaya membangun jejaring riset dan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Selain seminar dan diskusi panel, forum ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat kerja sama dalam riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta program pengabdian masyarakat bersama.

Kehadiran para ilmuwan mikrobiologi dan pakar ekonomi hijau dari berbagai negara dalam forum ini mencerminkan arah baru pendidikan tinggi yang makin berpijak pada tantangan global dan kebutuhan masyarakat.

Bagi Jawa Timur, forum ini sekaligus menjadi momentum untuk memantapkan peran sebagai pusat inovasi akademik regional, dengan Unair sebagai lokomotif utamanya. (DPR)


 

Editor : Redaksi