PERSIB Uji Kesiapan di Piala Presiden 2025: Mengukur Napas Panjang Menuju Liga 1 dan Kompetisi Asia

Pelatih PERSIB, Bojan Hodak memberikan keterangan pada konferensi pers menjelang laga pertama Piala Presiden 2025 kontra Port FC di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Sabtu, 5 Juli 2025. (PERSIB.co.id/Fernando Hero)
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak memberikan keterangan pada konferensi pers menjelang laga pertama Piala Presiden 2025 kontra Port FC di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Sabtu, 5 Juli 2025. (PERSIB.co.id/Fernando Hero)

MERAHPUTIH I BANDUNG — PERSIB Bandung bersiap mengarungi musim kompetisi yang padat dan penuh tantangan dengan menjadikan ajang Piala Presiden 2025 sebagai wahana pemanasan yang serius. Tak hanya menjadi arena adu strategi dan kekompakan tim, turnamen pramusim ini juga menjadi etalase awal kesiapan "Maung Bandung" menghadapi Liga 1 Indonesia serta babak kualifikasi AFC Champions League Two musim 2025/2026.

Laga perdana di Grup A akan mempertemukan PERSIB dengan klub kuat asal Thailand, Port FC, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (6/7/2025) pukul 15.30 WIB. Dalam konferensi pers yang digelar sehari sebelum pertandingan, pelatih kepala Bojan Hodak secara terbuka mengakui bahwa waktu persiapan timnya masih jauh dari kata ideal.

“Kami baru mulai latihan pada 30 Juni lalu. Banyak pemain baru yang bergabung, jadi kami membutuhkan waktu untuk menyatukan tim,” ujar Hodak dengan nada realistis, Sabtu (5/7/2025). “Namun kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Piala Presiden akan kami maksimalkan sebagai ajang pembentukan tim menuju kompetisi resmi."

Sebagai juara bertahan Liga 1 dua musim terakhir, ekspektasi terhadap PERSIB tetap tinggi. Namun, ekspektasi itu bertemu dengan kenyataan bahwa skuad Pangeran Biru sedang dalam masa transisi. Sejumlah pemain pilar telah hengkang, sementara beberapa rekrutan anyar masih menyesuaikan diri dengan atmosfer tim dan filosofi permainan Hodak.

Dalam menghadapi tantangan ini, Hodak—yang menyabet gelar pelatih terbaik Liga 1 pada musim 2023/2024 dan 2024/2025—memilih untuk lebih bersikap membangun ketimbang menekan. Ia memahami bahwa fisik, mental, serta kematangan taktik para pemainnya belum berada di level kompetitif tertinggi.

“Kami memang belum siap 100 persen, tapi semua tim punya peluang yang sama di turnamen ini. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kami memanfaatkan setiap laga untuk mengembangkan kerja sama tim dan memantapkan pola permainan,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.

Di atas kertas, Piala Presiden tak lebih dari sebuah turnamen pramusim. Namun bagi PERSIB, ajang ini menjadi laboratorium taktik yang krusial, terutama untuk menguji respons para pemain terhadap pola permainan baru dan skema rotasi yang disiapkan menghadapi jadwal padat di kompetisi nasional dan Asia.

Hodak pun tidak menampik bahwa hasil pertandingan tetap menjadi bagian penting dalam proses ini. “Target kami tentu ingin menang di setiap pertandingan. Tapi saya juga ingin melihat bagaimana pemain-pemain baru beradaptasi, bagaimana mereka menjawab tekanan dalam situasi pertandingan sesungguhnya,” ucapnya.

PERSIB dipastikan menurunkan kombinasi pemain senior dan rekrutan anyar di laga melawan Port FC. Hodak menyebutkan, ia belum bisa menjanjikan permainan yang sempurna, namun menjamin tim akan bermain dengan semangat dan determinasi tinggi.

Lebih dari sekadar laga pembuka pramusim, duel kontra Port FC juga menjadi awal dari babak baru kiprah internasional PERSIB. Dengan slot kualifikasi AFC Champions League Two di depan mata, performa dan stabilitas tim harus segera ditemukan.

"Ini bukan hanya tentang kesiapan teknis, tetapi juga soal membangun mentalitas tim yang solid. Kami ingin PERSIB tidak hanya bersaing di tingkat domestik, tetapi juga kompetitif di level Asia," tegas Hodak.

Di tengah segala keterbatasan yang dihadapi, satu hal yang tetap tak berubah: dukungan luar biasa dari Bobotoh. Suporter fanatik PERSIB itu dipastikan akan memadati tribun Stadion Si Jalak Harupat, menjadi sumber semangat bagi para pemain di tengah fase awal yang tidak mudah.

Dengan semangat kolektif dari tim pelatih, pemain, dan pendukung setia, PERSIB menatap laga pembuka dan kompetisi ke depan dengan tekad kuat. Piala Presiden 2025 bukan sekadar turnamen—ia adalah jalan pembuka menuju harapan-harapan besar yang telah ditata ulang. (red) 

 

Editor : Redaksi