Drama 90 Menit di Jalak Harupat: PERSIB Ditahan Dewa United Meski Unggul Jumlah Pemain
MERAHPUTIH I BANDUNG — Stadion Si Jalak Harupat kembali jadi saksi betapa sepak bola adalah panggung drama penuh kejutan. PERSIB Bandung, yang sempat unggul dan bermain melawan 10 pemain sejak menit ke-18, harus puas berbagi angka 1-1 dengan Dewa United dalam laga Grup B Piala Presiden 2025, Selasa (8/7/2025).
Gol semata wayang Maung Bandung dicetak Wiliam Marcilio di menit ke-65 melalui sepakan jarak jauh yang menghunjam gawang Sonny Stevens. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna di ujung pertandingan ketika wasit menunjuk titik putih akibat handsball Dedi Kusnandar. Egy Maulana Vikry yang tampil sebagai algojo, menunaikan tugasnya dengan tenang di menit ke-90+3.
Pertandingan berlangsung panas sejak awal. Dewa United harus bermain dengan 10 orang ketika bek andalan mereka, Cassio Fernando Scheid, diganjar kartu merah usai melanggar Zulkifli Lukmansyah pada menit ke-18.
Unggul jumlah pemain, PERSIB tampil menekan. Namun, gawang mereka juga beberapa kali terancam. Kiper anyar Adam Przybek harus berjibaku menyelamatkan gawang dari gempuran Taisei Marukawa dan Alexis Messidoro.
Babak pertama pun ditutup dengan skor kacamata. Padahal, kedua tim silih berganti menciptakan peluang berbahaya, namun ketangguhan lini belakang masing-masing membuat pertandingan tetap tanpa gol hingga turun minum.
Babak kedua dibuka dengan sejumlah pergantian dari pelatih Bojan Hodak. Masuknya Berguinho menjadi titik balik permainan Maung Bandung. Gelandang asal Brasil ini memberikan assist matang kepada Wiliam Marcilio, yang kemudian menyambarnya dengan kaki kiri ke pojok bawah gawang Dewa United. Gol yang membuat tribun Jalak Harupat bersorak.
Namun, dominasi PERSIB perlahan mengendur. Beberapa rotasi dilakukan Hodak, termasuk menarik keluar pencetak gol dan kapten tim, Marc Klok. Situasi ini dimanfaatkan Dewa United untuk menekan balik.
Puncaknya terjadi di menit 90. Sebuah insiden di dalam kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih setelah bola mengenai tangan Dedi Kusnandar. Egy Maulana Vikry, yang menjadi harapan terakhir Dewa United, sukses menaklukkan Przybek dan membungkam publik Bandung.
Meski hasil ini membuat PERSIB hanya mengoleksi satu poin dari dua laga dan dipastikan gagal melaju ke final, pelatih Bojan Hodak tetap tenang. Ia menilai timnya menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam hal permainan kolektif.
"Saya pikir kami sudah lebih baik dari sebelumnya. Tapi yang pasti, kami harus banyak belajar dari setiap pertandingan, termasuk malam ini," ujar pelatih asal Kroasia itu usai laga.
Menurutnya, dua laga awal ini adalah cermin untuk menyusun strategi menyambut musim baru Liga Super Indonesia 2025/26 dan AFC Champions League 2. "Kita ambil hikmah dari dua pertandingan ini, baik sisi positif maupun kekurangan. Kami masih punya waktu untuk memperbaiki," tegas Hodak.
Meski gagal meraih kemenangan, performa PERSIB menghadirkan harapan. Dengan deretan pemain baru dan kombinasi pemain muda seperti Zulkifli serta debut apik Adam Przybek, publik Bandung masih bisa menatap optimisme di musim kompetisi mendatang.
Piala Presiden mungkin bukan milik PERSIB tahun ini, tapi fondasi menuju prestasi lebih besar sedang dibangun perlahan namun pasti. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih