PERSIB Gelar Pemusatan Latihan di Thailand, Menuju Transformasi Klub Bertaraf Regional

Pemain PERSIB jelang pertandingan melawan Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Selasa, 8 Juli 2025. (PERSIB.co.id/Sutanto Nurhadi Permana)
Pemain PERSIB jelang pertandingan melawan Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Selasa, 8 Juli 2025. (PERSIB.co.id/Sutanto Nurhadi Permana)

MERAHPUTIH I BANDUNG — Menatap musim kompetisi 2025/2026, PERSIB Bandung mengambil langkah strategis yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Untuk kali pertama dalam sejarah klub, skuad Maung Bandung akan menjalani pemusatan latihan (training camp) di luar negeri, tepatnya di Thailand, mulai 17 Juli hingga 27 Juli 2025.

Keputusan ini diambil usai PERSIB menyelesaikan partisipasi dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2025. Training camp berdurasi 11 hari tersebut diproyeksikan menjadi fase krusial dalam menyiapkan tim secara menyeluruh—dari sisi fisik, taktik, hingga kekompakan antarpemain—menjelang dimulainya musim baru.

"Thailand dipilih bukan semata-mata untuk mencari suasana baru. Ini bagian dari strategi menyeluruh yang disusun oleh tim pelatih. Level kompetisi di sana lebih tinggi, dan ini sangat dibutuhkan untuk menguji kemampuan serta kesiapan skuad," kata Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, Selasa (8/7/2025).

Ia menyebut pemilihan lokasi training camp tersebut merupakan hasil evaluasi bersama jajaran pelatih, termasuk pelatih kepala Bojan Hodak. Menurutnya, Thailand dinilai representatif untuk menyelenggarakan latihan intensif, sekaligus menjadi tempat yang ideal untuk menggelar laga uji coba berkualitas.

Selama di Negeri Gajah Putih, PERSIB dijadwalkan akan menghadapi sejumlah klub papan atas Liga Thailand. Pertandingan uji coba itu dirancang tidak sekadar untuk mencari kemenangan, melainkan sebagai tolok ukur progres adaptasi taktik dan kesiapan mental pemain dalam menghadapi tekanan pertandingan sesungguhnya.

"Uji tanding ini penting untuk membiasakan para pemain menghadapi lawan dengan intensitas dan organisasi permainan yang lebih kompleks. Ini akan sangat membantu transisi menuju level permainan yang lebih tinggi," ujar Adhitia.

Langkah berani ini sekaligus menjadi simbol transformasi PERSIB sebagai klub modern. Tidak hanya mengejar prestasi di kompetisi domestik, manajemen klub juga mulai menatap lebih jauh: membangun daya saing di level regional, khususnya menghadapi kompetisi antarklub Asia seperti AFC Cup maupun Liga Champions Asia.

Menurut Adhitia, komitmen manajemen dalam mendukung pengembangan tim tidak terbatas pada rekrutmen pemain atau aspek komersial semata. "Kami ingin membawa PERSIB naik kelas. Bukan hanya sebagai klub kebanggaan Jawa Barat, tapi juga sebagai representasi Indonesia yang disegani di Asia Tenggara," katanya.

Usai menjalani agenda di Thailand, seluruh pemain dijadwalkan kembali ke Bandung pada 27 Juli. Fokus utama kemudian akan diarahkan pada dua misi besar musim ini: mempertahankan gelar juara Liga Super dan tampil maksimal di kompetisi Asia.

"Kami mengajak seluruh Bobotoh untuk terus memberikan doa dan dukungan. Apa yang kami lakukan ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih besar bagi klub," ujar Adhitia.

Dengan semangat baru, persiapan matang, serta orientasi jangka panjang yang lebih terarah, PERSIB kini bersiap menghadapi musim kompetisi 2025/2026 dengan kepercayaan diri yang tinggi. Klub biru-putih itu tampaknya tidak hanya ingin menang di lapangan, tetapi juga menang dalam strategi pengelolaan dan visi jangka panjang yang menyeluruh. (red)

Editor : Redaksi