KAI Percepat Layanan, Dorong Transformasi Transportasi Berkelanjutan
MERAHPUTIH I JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan kinerja operasional dalam lima tahun terakhir. Pencapaian tersebut menandai keberhasilan transformasi perusahaan dalam memperkuat sistem transportasi massal yang efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tuntutan zaman.
Dalam lanskap mobilitas modern yang mengedepankan kecepatan dan kepastian, KAI tampil menjawab ekspektasi publik. Penerapan sistem Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta Api), penataan SDM, serta integrasi layanan menjadi fondasi utama. Dampaknya terlihat nyata. KA Argo Bromo Anggrek kini menempuh relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dalam 7 jam 45 menit, dari sebelumnya 9 jam. KA Taksaka rute Gambir–Yogyakarta juga dipangkas menjadi 6 jam 5 menit dari 7 jam 40 menit.
“Ketepatan waktu bukan lagi bonus, melainkan standar layanan,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba. Sepanjang 2024, ketepatan keberangkatan kereta mencapai 99,77 persen, sedangkan kedatangan tepat waktu meningkat menjadi 96,05 persen.
Modernisasi infrastruktur dan adopsi teknologi digital turut memperkuat kinerja. Sistem face recognition untuk boarding mempercepat proses naik kereta tanpa cetak tiket. Periode Januari–Juni 2025 mencatat 5,4 juta pengguna layanan ini. Imbasnya, penggunaan kertas tiket berkurang drastis, dengan efisiensi lebih dari Rp194 juta.
Upaya keberlanjutan juga hadir lewat fasilitas Water Station di stasiun. Pelanggan diajak membawa botol minum sendiri, mengurangi limbah plastik, dan membangun budaya ramah lingkungan di ruang publik transportasi.
“Inovasi kami menyentuh aspek teknologi, sosial, dan lingkungan,” kata Anne.
Tak berhenti di efisiensi internal, KAI memperluas peran sebagai simpul konektivitas antarmoda. Layanan Whoosh terhubung langsung dengan LRT Jabodebek di Halim, sementara Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta terkoneksi dengan bandara. Langkah ini memperkuat posisi KAI sebagai tulang punggung mobilitas urban nasional.
Kepercayaan publik pun tumbuh. Selama Semester I 2025, KAI Group melayani 240,9 juta pelanggan, naik 8,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.
“Setiap perbaikan yang kami lakukan adalah komitmen untuk menghadirkan layanan transportasi yang relevan, berdaya saing, dan berpihak pada masyarakat,” tegas Anne. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih