Bendera Terbalik di HUT RI ke-80 Surabaya, Paskibraka Tetap Tuai Apresiasi
MERAHPUTIH I SURABAYA - Momen khidmat upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Surabaya, Minggu (17/8), sempat diwarnai insiden tak terduga. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Surabaya secara tak sengaja mengibarkan Merah Putih dalam posisi terbalik.
Kesalahan itu seketika mencuri perhatian ribuan pasang mata yang hadir di lapangan upacara. dan ribuan netizen di media sosial. Namun situasi tidak berlangsung lama. Dengan tenang dan penuh ketelitian, anggota Paskibraka segera membetulkan posisi bendera hingga akhirnya berkibar sebagaimana mestinya.
Alih-alih panik, para anggota Paskibraka justru menunjukkan kedewasaan sikap. Mereka mampu menguasai diri, sigap memperbaiki kesalahan, dan tetap menjaga jalannya upacara tetap sakral. Hal ini menjadi bukti bahwa latihan keras yang mereka jalani selama berbulan-bulan tidak sia-sia.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang bertindak sebagai inspektur upacara, turut memberi pembelaan sekaligus apresiasi kepada pasukan pengibar bendera itu.
“Ketika kita melihat pasukan Paskibra kita, ada kekeliruan sedikit, tapi begitu tenangnya mereka. Begitu diberi support oleh teman-temannya, langsung bisa memperbaiki,” ujar Eri dalam amanatnya.
Menurutnya, apa yang terjadi bisa dijadikan pelajaran berharga. Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki kekurangan, namun sikap tenang, kebersamaan, dan kekeluargaanlah yang menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah.
“Karena setiap manusia adalah tempat kekurangan. Tapi kebersamaan, kekeluargaan, ketenangan itulah kesempurnaan dalam sebuah kehidupan Kampung Pancasila,” tambahnya.
Meski berawal dari sebuah kesalahan teknis, insiden ini justru memberi warna tersendiri dalam peringatan kemerdekaan di Kota Pahlawan. Di jagat maya, banyak warganet yang menyebut momen itu sebagai cerminan nyata bahwa generasi muda Surabaya tidak hanya terlatih secara fisik, tetapi juga mental.
Eri pun menutup amanat dengan ungkapan rasa terima kasih kepada seluruh Paskibraka dan pembina yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga dalam persiapan upacara.
“Saya matur nuwun kepada pasukan Paskibra Kota Surabaya. Juga kepada para pembina yang sudah berbulan-bulan mendampingi. Inilah contoh nyata anak-anak muda luar biasa dari Surabaya,” ucapnya.
Insiden bendera terbalik ini mungkin akan dikenang sebagai catatan unik dalam sejarah peringatan HUT RI ke-80 di Surabaya. Namun lebih dari itu, publik kini punya alasan untuk semakin bangga terhadap ketangguhan mental para generasi penerus bangsa. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih