Pemkot Surabaya Siap Tertibkan Supeltas, Cak Eri Janji Sediakan Pekerjaan Layak
MERAHPUTIH I SURABAYA – Fenomena sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) di berbagai ruas jalan Surabaya segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, keberadaan supeltas yang kerap terlihat membantu kendaraan di persimpangan jalan, justru sering menambah kemacetan dan menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Langkah penertiban ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot dalam merapikan wajah lalu lintas Kota Pahlawan, sekaligus mengatasi persoalan parkir liar yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah.
“Ini memang sudah kita mulai dengan Dishub untuk memetakan supeltas di titik-titik tertentu. Saya sendiri merasakan, saat mau putar balik malah tambah macet,” ungkap Eri Cahyadi, Jumat (22/8).
Dalam waktu dekat, Eri menginstruksikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo, untuk memanggil seluruh supeltas yang beroperasi di Surabaya. Mereka akan didata, diberi pemahaman, sekaligus ditawarkan pekerjaan yang lebih layak.
Pemkot menyiapkan program Padat Karya sebagai solusi alternatif. Harapannya, para supeltas yang sebagian besar berasal dari kalangan warga ekonomi menengah ke bawah tidak lagi bergantung pada penghasilan kecil dan rawan konflik di jalanan.
“Kalau itu orang Surabaya, kasih pekerjaan yang layak. Kami punya Padat Karya, jadi kita tarik ke situ. Sosialisasi sudah mulai berjalan,” jelas Eri.
Di balik rencana penertiban ini, Eri tidak menutup mata terhadap kondisi sosial para supeltas. Ia mengaku prihatin, banyak warganya yang terpaksa mencari penghidupan di jalanan dengan cara seperti itu.
“Kadang saya miris, kenapa ada warga yang masih seperti itu. Pendapatannya berapa? Apakah cukup untuk hidup sehari-hari? Belum lagi kalau ada yang minta uang, lalu orang tidak terima, bisa jadi masalah baru,” tutur Cak Eri, sapaan akrabnya.
Pemkot menyadari, tanpa partisipasi masyarakat, upaya penataan ini sulit berhasil. Karena itu, Eri meminta warga ikut melaporkan jika masih menjumpai praktik supeltas maupun parkir liar di jalan-jalan Surabaya.
Sebab, kedua fenomena ini masih menjadi fokus utama Pemkot dalam memperbaiki tata kelola lalu lintas sekaligus mewujudkan kota yang lebih tertib dan manusiawi.
“Kami konsentrasinya ke sana, supeltas dan parkir liar. Kalau masyarakat mendukung, Surabaya akan lebih tertata,” pungkasnya. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih