Khofifah Dorong Wisudawan KH Abdul Chalim Jadi Generasi Inovatif dan Ikhlas

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

MERAHPUTIH I MOJOKERTO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para wisudawan Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto menjadi generasi yang inovatif, kreatif, dan adaptif, namun tetap berpijak pada prinsip Three Parted: ilmu, amal, dan ikhlas.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Program S1, S2, S3 dan Sidang Senat Terbuka di kampus setempat, Pacet, Mojokerto, Minggu (21/9).

“Pendidikan yang stagnan hanya akan melahirkan generasi tertinggal. Karena itu, lulusan perguruan tinggi harus mampu mengembangkan ilmu, memberi manfaat nyata, dan melakukannya dengan ikhlas,” ujar Khofifah.

Ia menekankan, pendidikan adalah investasi terbesar untuk membangun peradaban. Data global juga menunjukkan peningkatan daya saing Indonesia. Dalam Global Competitiveness Index, posisi Indonesia naik ke peringkat 27 dunia pada 2024. Sementara dalam Global Innovation Index, Indonesia melesat ke peringkat 54, dan berada di posisi 46 pada Global Talent Competitiveness Index 2024.

Sebagai provinsi dengan penduduk terbesar kedua di Indonesia dan jumlah perguruan tinggi terbanyak setelah DKI Jakarta, Jatim disebut Khofifah memiliki modal kuat mencetak Generasi Emas. “Namun, kontribusi perguruan tinggi harus makin nyata dalam melahirkan SDM unggul berbasis ilmu, amal, dan ikhlas,” tegasnya.

Khofifah juga menyinggung program Pemprov Jatim, mulai dari Beasiswa Santri Unggul hingga Program Double Track, yang ditujukan untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan SDM berdaya saing global. Capaian ini ditopang dengan Indeks Pembangunan Manusia Jatim 2024 sebesar 75,35, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Ia menambahkan, keberhasilan Jatim sebagai lumbung pangan dan pusat pertumbuhan ekonomi Jawa turut didukung oleh SDM unggul. Pertumbuhan ekonomi Jatim triwulan II 2025 mencapai 3,09 persen, tertinggi di Pulau Jawa, dengan peningkatan investasi dan ekspor yang signifikan.

“Fondasi ekonomi yang kuat harus didukung SDM yang kreatif dan inovatif. Dengan itu, kontribusi Jawa Timur tidak hanya untuk daerah, tetapi juga bagi Indonesia menuju Emas 2045,” tutupnya.(red) 

 

Editor : Redaksi