Kapolda Jatim Tegaskan Penanganan Kasus Robohnya Musala Ponpes Al-Khoziny Berjalan Menyeluruh
MERAHPUTIH I SIDOARJO – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto memastikan penanganan hukum terkait robohnya bangunan Musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dilakukan secara menyeluruh. Langkah tersebut, kata dia, dimulai sejak proses penyelamatan korban hingga penyelidikan hukum yang kini tengah bergulir.
“Sejak awal kami kedepankan aspek kemanusiaan. Semua kekuatan kami kerahkan untuk mengevakuasi dan menolong para korban,” ujar Irjen Nanang dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Rabu (8/10/2025) malam.
Menurut Kapolda, hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kegagalan konstruksi sebagai penyebab utama robohnya bangunan. Saat ini penyidik gabungan dari Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Jatim tengah melakukan pendalaman atas laporan polisi bernomor LP/A4/IX/2025/SPKT Unit Reskrim Polsek Buduran.
“Tim ahli teknik sipil dan hukum pidana sudah kami libatkan untuk memastikan penyebab pastinya,” jelasnya.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa 17 saksi, termasuk pengelola pondok dan kontraktor proyek pembangunan. Namun, Kapolda menegaskan belum ada tersangka yang ditetapkan karena penyelidikan masih berjalan.
“Proses ini kami lakukan secara objektif dan profesional, tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Selain itu, Polda Jatim juga telah menyerahkan 34 jenazah yang telah teridentifikasi kepada pihak keluarga. Tim DVI Polri masih terus bekerja untuk mengidentifikasi korban lainnya.
“Kami berikan pelayanan terbaik, mulai dari proses identifikasi, pemakaman, hingga pendampingan psikologis bagi keluarga korban,” tambah Kapolda.
Sebagai langkah antisipatif, Irjen Nanang menginstruksikan seluruh Polres di Jawa Timur untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam melakukan pemeriksaan dan penilaian risiko (risk assessment) terhadap bangunan pondok pesantren di wilayah masing-masing.
“Setiap pembangunan harus melalui perencanaan dan pengawasan yang matang. Jangan sampai kejadian serupa terulang dan mengorbankan anak-anak kita. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar ke depan lebih baik,” tutupnya.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih