Perayaan Tahun Baru di Jatim Tanpa Mewah-mewah, Khofifah Ajak Warga Fokus Berdoa

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

MERAHPUTIH I SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh Kepala Daerah di Jawa Timur menjelang pergantian tahun. Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi mencapai puncaknya pada Januari mendatang, Khofifah meminta perayaan tahun baru dilakukan secara sederhana tanpa pesta kembang api.

Usai menggelar pasar murah di Surabaya, Jumat (26/12), Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan data BMKG, intensitas hujan akan meningkat tajam pada bulan Januari.

"Menurut BMKG, puncak hujan ada di Januari. Kalau di Desember ini puncaknya 20%, tapi di Januari melonjak hingga 58%, dan Februari 22%," terang Khofifah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebenarnya telah melakukan langkah antisipatif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) setiap hari. Namun, Khofifah mengakui adanya keterbatasan armada akibat kendala anggaran.
Saat ini, Pemprov Jatim hanya mampu melakukan 2 sorti penerbangan modifikasi cuaca per hari hingga 31 Desember. Padahal, melihat arah siklon yang ada, idealnya dibutuhkan 5 sorti untuk intervensi yang efektif.

"Karena keterbatasan anggaran Pemprov, kita hanya bisa dua sorti. Untuk Januari, karena puncaknya mencapai 58%, kami sedang berkoordinasi dengan BPK terkait penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) agar bisa intervensi lebih dari 2 sorti," tambahnya.

Khofifah memperingatkan bahwa curah hujan di bulan Januari diprediksi mencapai 300 hingga 400 mm per detik. Angka ini menempatkan Jawa Timur dalam posisi kerawanan yang sama dengan bencana yang baru saja menimpa Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Oleh karena itu, selain koordinasi lintas sektoral baik horizontal maupun vertikal, Khofifah meminta empati dari seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.

"Saya mohon seluruh Bupati dan Walikota tidak melakukan perayaan pergantian tahun dengan kembang api. Hindari yang bermewah-mewahan. Kita memberseiringi suasana saudara kita di Aceh dan Sumatera yang sedang berduka," tegasnya.

Menutup keterangannya, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengajak masyarakat untuk lebih banyak berdoa agar Jawa Timur dijauhkan dari marabahaya.

"Januari itu puncak hujannya 58%. Mari kita lebih banyak mengajak berdoa. Kita mohon diberikan keselamatan, kemudahan menyelesaikan masalah, dan tetap Jawa Timur guyup rukun," pungkasnya.(dpr)

Editor : Redaksi