Marc Klok: El Clasico Indonesia Bukan Sekadar Tiga Poin, Tapi Harga Diri Bandung

Gelandang PERSIB, Marc Klok
Gelandang PERSIB, Marc Klok

MERAHPUTIH I BANDUNG - Atmosfer panas sudah terasa jauh sebelum peluit kick-off dibunyikan. Stadion Gelora Bandung Lautan Api dipastikan bergemuruh saat PERSIB Bandung menjamu rival abadi, Persija Jakarta, pada pekan ke-17 Super League 2026, Minggu (11/1/2026) sore. Di balik tensi tinggi laga bertajuk el clasico Indonesia itu, para pemain Maung Bandung menyimpan motivasi berlipat, bukan hanya demi kemenangan, tetapi demi kehormatan kota.

Gelandang PERSIB, Marc Klok, menegaskan bahwa laga kontra Persija selalu menghadirkan energi berbeda di ruang ganti. Meski secara profesional setiap pertandingan bernilai sama, duel melawan Macan Kemayoran memiliki dimensi emosional yang tak bisa dihindari.

“Buat saya dan tim, ini pasti pertandingan yang sangat penting dan spesial. Tapi kita tetap anggap pertandingan ini seperti semua pertandingan lain,” ujar Klok dalam konferensi pers jelang laga di Stadion GBLA, Sabtu (10/1/2026).

Pernyataan itu mencerminkan sikap matang sang kapten lapangan. Klok menekankan pentingnya menjaga fokus dan disiplin, tanpa larut dalam euforia rivalitas yang berlebihan. Namun, ia juga tidak menampik bahwa laga PERSIB kontra Persija selalu membawa gengsi yang melekat kuat, baik bagi pemain maupun pendukung.

Menurut Klok, kemenangan atas Persija bukan hanya soal tambahan tiga poin di klasemen, melainkan tentang kebanggaan dan harga diri Bandung. Bobotoh, yang dikenal sebagai salah satu basis suporter paling fanatik di Tanah Air, menjadi sumber motivasi utama para pemain untuk tampil habis-habisan.

“Seperti yang saya bilang tadi, setiap game adalah big match. Tapi mungkin besok pertandingan ini lebih spesial, soal gengsi dan harga diri,” tegas pemain naturalisasi tersebut.
“Kota ini tahu semuanya. Dan kami mau bikin Bobotoh bangga,” sambungnya.

Pertandingan ini juga menjadi ujian mental bagi PERSIB di tengah ketatnya persaingan Super League musim ini. Bermain di kandang sendiri, Maung Bandung dituntut tidak hanya tampil agresif, tetapi juga cerdas dalam mengelola tekanan laga besar. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, mengingat Persija dikenal memiliki pengalaman dan kedalaman skuad yang mumpuni.

Bagi Klok, dukungan Bobotoh di tribun GBLA akan menjadi bahan bakar tambahan. Ia memastikan seluruh pemain siap berjuang hingga menit akhir, membawa semangat kota Bandung ke dalam setiap duel dan setiap sentuhan bola.

“Ini tentang tanggung jawab kami sebagai pemain PERSIB. Kami main bukan cuma untuk diri sendiri, tapi untuk lambang di dada dan untuk semua yang mendukung kami,” tutup Klok.

Saat peluit pertama dibunyikan Minggu sore nanti, GBLA bukan sekadar stadion. Ia akan menjadi panggung pertarungan harga diri dua kota besar, dengan PERSIB bertekad memastikan Bandung tetap berdiri tegak di atas rival abadinya.(ban)

Editor : Redaksi