Cahyo Harjo Prakoso Nilai Becak Listrik Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan Pekerja Informal
MERAHPUTIH I SURABAYA - Upaya pengentasan kemiskinan di perkotaan kerap berhadapan dengan tantangan pelik, terutama ketika menyentuh kelompok pekerja informal lanjut usia. Di tengah arus modernisasi transportasi dan persaingan ekonomi kota, para tukang becak lansia masih setia mengayuh roda demi menyambung hidup. Di sinilah kehadiran bantuan 200 unit becak listrik di Kota Surabaya menemukan relevansinya.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menilai program bantuan becak listrik tersebut bukan sekadar pemberian alat transportasi, melainkan bentuk nyata keberpihakan negara kepada kelompok rentan yang selama ini luput dari sorotan kebijakan.
“Bantuan becak listrik ini menunjukkan kepedulian beliau kepada masyarakat miskin dan kelompok lansia yang masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Cahyo usai menghadiri penyerahan bantuan becak listrik di Surabaya, Kamis (22/1).
Menurut Cahyo, mayoritas penerima bantuan merupakan tukang becak berusia 60 hingga 70 tahun ke atas. Pada usia tersebut, kemampuan fisik tidak lagi sekuat dulu, sementara tuntutan ekonomi tak pernah mengenal kata pensiun. Karena itu, kehadiran becak listrik dinilai sebagai langkah strategis yang menyentuh akar persoalan: mengurangi beban fisik tanpa mematikan mata pencaharian.
Program ini, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan para tukang becak, tetapi juga berpotensi meningkatkan produktivitas kerja. Dengan tenaga listrik, tukang becak dapat menjangkau jarak lebih jauh, melayani penumpang lebih banyak, serta memiliki peluang pendapatan yang lebih stabil.
“Ini bukan soal teknologi semata, tapi soal memberi harapan. Becak listrik bisa menjadi penyemangat bagi para tukang becak untuk terus bertahan dan perlahan memperbaiki taraf ekonomi mereka,” katanya.
Lebih jauh, Cahyo mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang tidak berhenti pada penyerahan bantuan fisik. Komitmen pemkot untuk menata rute operasional becak listrik dan mengintegrasikannya dengan sektor pariwisata dinilai sebagai pendekatan cerdas yang berorientasi jangka panjang.
“Becak listrik ini nantinya akan diarahkan ke rute-rute strategis dan terhubung dengan destinasi wisata Kota Surabaya. Harapannya, pariwisata meningkat, pendapatan tukang becak naik, dan efek bergandanya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Integrasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi becak listrik untuk bertransformasi dari sekadar alat transportasi tradisional menjadi bagian dari wajah pariwisata kota. Becak tidak lagi dipandang sebagai simbol keterbelakangan, melainkan ikon transportasi ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.
Meski demikian, Cahyo menegaskan pentingnya pengawasan agar program ini tidak berhenti sebagai kebijakan seremonial. DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan becak listrik benar-benar dimanfaatkan secara produktif dan tepat sasaran.
“Monitoring akan melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah kota, DPRD, yayasan pendamping, hingga unsur kewilayahan seperti Babinsa dan Dandim. Ini penting untuk memastikan tidak ada kendala serius, termasuk dalam adaptasi teknologi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti desain becak listrik yang dinilai lebih besar, nyaman, dan multifungsi. Selain digunakan untuk aktivitas harian masyarakat, becak listrik juga berpotensi mendukung kegiatan wisata, seperti city tour kawasan heritage atau pusat kuliner.
“Becak listrik ini bisa menjadi model pengembangan transportasi becak yang lebih modern, manusiawi, dan berkelanjutan di Surabaya,” tuturnya.
Di tengah wacana besar tentang transisi energi dan transportasi hijau, bantuan becak listrik ini menjadi contoh bahwa kebijakan ramah lingkungan dapat berjalan beriringan dengan agenda keadilan sosial. Bagi para tukang becak lansia, motor listrik itu bukan hanya penggerak roda, tetapi juga penggerak harapan—bahwa negara masih hadir di jalur sunyi pengentasan kemiskinan.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih