Demokrat Tegaskan Loyalitas Politik ke Presiden Prabowo, Soroti Efisiensi Pemilu dan Partisipasi Publik
MERAHPUTIH I SURABAYA — Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk tetap sebaris dan sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi dinamika perubahan regulasi Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Penegasan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Herman Khaeron, saat memberikan arahan dalam Retreat Partai Demokrat Jawa Timur 2026 yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (31/1).
Di hadapan jajaran pengurus dan kader Demokrat Jawa Timur, Herman menegaskan bahwa posisi politik partainya sudah sangat jelas dan tidak bersifat abu-abu. Demokrat, kata dia, akan mengikuti arah kebijakan pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pembahasan dan penyusunan undang-undang terkait Pemilu dan Pilkada.
“Saya kira statement kami sudah jelas. Tidak perlu dibahas panjang di sini, karena bagaimanapun Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa mekanisme tata cara Pilkada dijalankan melalui undang-undang,” ujar Herman.
Ia menjelaskan bahwa konstitusi tidak secara eksplisit menyebut apakah Pilkada harus dilaksanakan secara langsung atau melalui DPRD. Oleh sebab itu, ruang diskusi dan kajian tetap terbuka, seiring dengan dinamika politik dan kebutuhan bangsa ke depan.
Namun demikian, Herman kembali menegaskan satu garis tebal sikap Demokrat. “Yang pasti, Partai Demokrat akan sebaris dan sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto. Itu adalah komitmen kami,” tegasnya.
Menurut Herman, dalam praktik penyusunan undang-undang Pemilu maupun Pilkada, inisiatif umumnya datang dari pemerintah. Sebagai partai pendukung dan pengusung Prabowo Subianto dalam pemerintahan saat ini, Demokrat merasa memiliki kewajiban moral dan politik untuk berada dalam satu irama dengan kepala negara.
“Demokrat sebagai partai pendukung kepemimpinan Pak Prabowo, tentu harus sejalan. Entah nanti hasilnya seperti apa, kita tunggu bersama. Pilkada juga masih lama, 2031,” ujarnya.
Meski menegaskan loyalitas politik, Herman menekankan bahwa Demokrat tidak menutup ruang diskusi dan kajian mendalam. Ia menilai pembahasan perubahan regulasi Pemilu harus tetap melibatkan partisipasi publik secara bermakna, bukan sekadar formalitas.
“Bagi Demokrat, syarat utamanya adalah bagaimana melibatkan partisipasi publik dalam penyusunan undang-undang. Nantinya pasti ada undang-undang Pilkada yang disusun, dan itu harus disosialisasikan secara substansial,” jelasnya.
Herman juga menyinggung soal evaluasi sistem Pemilu yang selama ini diterapkan. Ia menegaskan bahwa Demokrat tidak ingin demokrasi Indonesia mengalami kemunduran. Namun di sisi lain, ia mengakui perlunya mencari formula yang lebih efektif dan efisien dalam penyelenggaraan Pemilu.
“Prinsipnya, kami tidak ingin mundur dalam demokrasi. Tapi ke depan memang perlu dicarikan cara yang lebih efektif dan efisien, agar biaya Pemilu tidak terlalu besar,” ungkapnya.
Ia menilai tingginya biaya politik selama ini menjadi salah satu persoalan serius yang berdampak pada kualitas demokrasi. Karena itu, Demokrat mendorong adanya sistem yang mampu menekan cost politik, sehingga kerja-kerja politik dapat lebih fokus pada kepentingan rakyat.
Terkait sistem Pemilu, Herman membuka berbagai kemungkinan yang dapat dibahas ke depan, mulai dari sistem terbuka, tertutup, hingga opsi sistem terbuka terbatas. Menurutnya, semua opsi tersebut masih sangat dinamis dan bergantung pada pembahasan antara pemerintah dan DPR.
“Bisa sistem terbuka, tertutup, atau mungkin sistem terbuka terbatas. Ini semua akan dibahas secara dinamis. Di DPR nanti apakah dibahas di Komisi II, Baleg, atau dibentuk Panitia Khusus, itu juga belum bisa dipastikan,” paparnya.
Herman menegaskan bahwa ukuran utama dalam menentukan sistem Pemilu ke depan adalah sejauh mana sistem tersebut menjamin prinsip demokrasi: langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, serta tetap menegakkan kedaulatan suara rakyat.
Dalam kesempatan itu, Herman juga menegaskan karakter Partai Demokrat sebagai partai yang terbuka dan inklusif. Ia menyatakan Demokrat membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkompetisi secara politik melalui partainya, termasuk dalam pencalonan legislatif ke depan.
“Sebagai partai terbuka, kami membuka ruang kepada siapa pun. Silakan berkompetisi. Namun parameter utamanya adalah kontribusi nyata kepada rakyat, pembinaan konstituen, dan kerja-kerja sosial yang konkret,” tegasnya.
Menurut Herman, Demokrat tidak sekadar mencari figur populer, tetapi kader yang benar-benar memiliki komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat. Parameter itulah yang kelak akan menjadi ukuran utama dalam menentukan calon legislatif Demokrat.
“Insyaallah kami punya ruang yang cukup untuk meraih peluang-peluang ke depan. Untuk saat ini, siapa pun boleh mendaftarkan diri. Tapi kewajiban membina masyarakat dan memberi kontribusi nyata bagi rakyat adalah syarat utama,” pungkasnya.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih