Persebaya Bangkit Bersama Tavares, Bukan Sihir Melainkan Mental Baja
MERAHPUTIH I SURABAYA – Angin perubahan berembus kencang di tubuh Persebaya. Sejak kursi pelatih diduduki Bernardo Tavares pada awal Januari, grafik performa Green Force menanjak tajam. Bukan sekadar soal angka di papan klasemen, melainkan perubahan menyeluruh: cara bermain lebih terstruktur, pola pikir lebih matang, dan mentalitas yang kian terasah.
Empat pertandingan sudah dijalani di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut. Hasilnya impresif: tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan itu cukup untuk menegaskan bahwa Persebaya tengah berada di jalur kebangkitan.
Namun, Tavares menolak jika keberhasilan tersebut dilekatkan sepenuhnya pada dirinya. Ia tak ingin dipuji sebagai sosok yang membawa “keajaiban instan” bagi Bajul Ijo.
“Saya tidak membuat apa-apa. Saya hanya memasang para pemain dan mereka membuat keajaiban,” ujar Tavares.
Baginya, fondasi utama dari tren positif ini bukanlah taktik rumit atau strategi revolusioner. Kunci sebenarnya terletak pada sikap dan daya juang para pemain yang tak pernah surut, bahkan saat kondisi tim jauh dari kata ideal.
Dalam beberapa laga terakhir, Persebaya tak tampil dengan komposisi terbaik. Badai cedera dan gangguan kesehatan menghantam skuad. Sejumlah pemain dipaksa turun dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih. Bahkan, tak sedikit yang harus mengisi posisi yang bukan peran aslinya.
“Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi di pertandingan terakhir, karena banyak pemain kami tidak 100 persen,” lanjutnya.
Situasi darurat itu justru memperlihatkan karakter tim yang sesungguhnya. Alih-alih mengeluh, para pemain menunjukkan komitmen dan fleksibilitas. Mereka beradaptasi dengan tuntutan taktis baru, menerima peran berbeda, dan tetap tampil dengan determinasi tinggi.
“Beberapa dari mereka sakit, beberapa terluka, dan banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka mencoba melakukan yang terbaik,” jelas Tavares.
Transformasi Persebaya di era Tavares memang terlihat dari detail kecil di lapangan. Transisi permainan lebih rapi, koordinasi antarlini semakin solid, dan disiplin bertahan meningkat. Namun, yang paling mencolok adalah daya tahan mental. Persebaya kini tak mudah goyah saat tertinggal atau berada di bawah tekanan.
Tavares menegaskan, selama pemain menunjukkan usaha maksimal dan menjaga sikap positif, peluang meraih hasil baik akan selalu terbuka lebar.
“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.
Persebaya mungkin belum mencapai puncak performa. Pekerjaan rumah masih ada, konsistensi tetap menjadi tantangan. Tetapi satu hal kini jelas: kebangkitan Green Force bukan hasil sulap semalam. Ia lahir dari kerja keras, solidaritas, dan mental baja yang mulai tumbuh di ruang ganti.
Jika tren ini terjaga, bukan mustahil Persebaya akan menjadi kekuatan yang kembali diperhitungkan. Di bawah Tavares, Bajul Ijo tak sekadar bermain untuk menang, mereka bermain dengan keyakinan. (sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih