Drama VAR dan Gol Balasan Warnai Duel Klasik Surabaya–Bandung

Gelandang Persebaya, Francisco Rivera, saat dihadang pemain Persib Bandung. (Persebaya)
Gelandang Persebaya, Francisco Rivera, saat dihadang pemain Persib Bandung. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Laga sarat tensi tersaji saat Persebaya Surabaya menjamu Persib Bandung dalam pertandingan yang berakhir tanpa pemenang. Unggul lebih dulu dan sempat berada di atas angin, Bajol Ijo akhirnya harus menerima kenyataan berbagi poin setelah duel klasik ini ditutup dengan skor 2-2.

Persebaya tampil agresif sejak awal pertandingan. Baru satu menit berjalan, publik tuan rumah dibuat berdiri saat Riyan Ardiansyah lolos di kotak penalti dan melepaskan tembakan jarak dekat. Sayang, peluang emas itu masih bisa dimentahkan kiper Persib. Tekanan cepat tersebut menjadi sinyal bahwa Persebaya tak ingin membiarkan lawannya berkembang.

Namun, Persib bukan tanpa perlawanan. Tim tamu perlahan mengambil alih ritme permainan dengan penguasaan bola yang lebih dominan. Tempo lambat yang mereka terapkan membuat duel banyak berlangsung di sektor tengah, memaksa Persebaya bermain lebih sabar menunggu celah.

Peluang berbahaya pertama Persib hadir di menit ke-13. Berguinho menusuk dari sisi kanan dan mengirimkan umpan tarik yang sempat mengenai kaki Leo Lelis. Bola nyaris bersarang ke gawang sendiri sebelum akhirnya menjauh dari sasaran. Persebaya langsung membalas tiga menit kemudian lewat skema serangan cepat yang digerakkan Francisco Rivera, tetapi penyelesaian akhir Gali Freitas belum menemui sasaran.

Peran Ernando Ari di bawah mistar kembali menjadi sorotan. Pada menit ke-22, kiper timnas Indonesia itu melakukan penyelamatan penting saat berhadapan satu lawan satu dengan penyerang Persib. Delapan menit berselang, refleksnya kembali diuji dan sekali lagi ia keluar sebagai pemenang.

Persebaya terus menekan. Bruno Moreira beberapa kali merepotkan lini belakang Persib, termasuk saat menusuk ke kotak penalti di menit ke-26 dan mengirim umpan datar berbahaya. Rivera juga mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh menit ke-35, namun bola masih melayang tipis di atas mistar.

Momen krusial datang di menit ke-41. Setelah wasit Eko Saputra meninjau insiden di kotak penalti Persib melalui VAR, titik putih pun ditunjuk. Bruno Moreira yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol tersebut membawa Persebaya unggul 1-0 hingga jeda.

Persib sempat menjebol gawang Persebaya di masa injury time babak pertama melalui Kakang Rudianto. Namun euforia itu sirna setelah VAR menunjukkan adanya sentuhan tangan Ramon dalam proses gol. Skor 1-0 untuk tuan rumah pun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, dinamika pertandingan berubah. Persib tampil lebih agresif dan berani menekan sejak awal. Upaya mereka membuahkan hasil cepat. Setelah peluang Guaycochea di menit ke-48 masih melambung, dua menit kemudian gelandang asal Argentina itu sukses menyamakan kedudukan memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Persebaya mencoba merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain demi menambah energi dan menjaga keseimbangan. Meski demikian, Persib justru semakin percaya diri. Tekanan berkelanjutan akhirnya berbuah gol kedua bagi Maung Bandung di menit ke-72 melalui sontekan Andrew Jung yang memaksimalkan umpan Berguinho dari sisi kanan.

Tertinggal 1-2, Persebaya menaikkan intensitas serangan. Upaya tersebut berbuah manis di menit ke-82. Setelah sundulan Gustavo Fernandes dari situasi sepak pojok ditepis kiper Persib, Rivera muncul di waktu yang tepat untuk menyambar bola muntah dan menyamakan skor menjadi 2-2.

Menit-menit akhir pertandingan berlangsung menegangkan. Persib nyaris kembali unggul saat sepakan jarak jauh Sergio Castel membentur tiang. Di sisi lain, Persebaya juga mendapat peluang lewat Pedro Matos, namun solidnya lini belakang Persib menggagalkan harapan tuan rumah mencetak gol kemenangan.

Tambahan waktu yang panjang tak mampu mengubah kedudukan. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan. Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin dari laga penuh drama, intensitas tinggi, dan keputusan VAR yang menjadi penentu jalannya pertandingan.(sub) 

Editor : Redaksi