Persebaya Manfaatkan Jeda Kompetisi untuk Bangkit, Tavares Fokus Pulihkan Fisik dan Mental Pemain

Bernardo Tavares saat memberikan instruksi kepada Malik Risaldi di laga melawan Borneo FC. (Persebaya)
Bernardo Tavares saat memberikan instruksi kepada Malik Risaldi di laga melawan Borneo FC. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Jeda kompetisi di ajang Super League Indonesia dimanfaatkan secara maksimal oleh Persebaya Surabaya untuk melakukan pembenahan tim. Pelatih kepala Bernardo Tavares menilai masa rehat sekitar dua pekan ini menjadi kesempatan penting untuk memulihkan kondisi pemain sekaligus membangun kembali kekuatan mental setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat.

Menurut Tavares, keputusan memberikan waktu istirahat kepada para pemain bukan berarti tim berhenti bekerja. Justru, masa jeda ini dimanfaatkan sebagai periode pemulihan sekaligus evaluasi agar skuad Bajul Ijo dapat kembali tampil lebih solid pada laga-laga berikutnya.

“Kami memutuskan memberikan waktu kepada para pemain sebelum kembali menjalani persiapan tim. Target kami adalah kembali lebih kuat, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental,” ujar Tavares.

Pelatih asal Portugal tersebut mengakui bahwa kekalahan telak yang dialami Persebaya pada pertandingan terakhir sebelum jeda kompetisi menjadi pukulan berat bagi tim. Saat itu, Persebaya harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor mencolok 1-5.

Meski demikian, Tavares melihat kekalahan tersebut sebagai pelajaran berharga bagi tim. Ia menilai pengalaman pahit itu justru dapat menjadi motivasi bagi para pemain untuk bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik pada pertandingan selanjutnya.

“Kekalahan 1-5 tentu menjadi pelajaran yang sangat berat bagi kami. Namun saya percaya semua pemain memiliki keinginan kuat untuk bangkit dan menjadi lebih baik,” katanya.

Tavares menegaskan bahwa masa jeda kompetisi tidak membuat para pemain sepenuhnya berhenti berlatih. Bersama jajaran staf pelatih, ia telah merancang program latihan khusus agar kondisi fisik para pemain tetap terjaga meski tidak sedang menjalani latihan bersama secara penuh.

Program latihan tersebut disusun dengan pendekatan yang lebih terstruktur. Para pemain dibagi dalam beberapa kelompok kecil yang masing-masing mendapatkan pengawasan langsung dari staf teknis tim. Metode ini diharapkan mampu menjaga kedisiplinan para pemain dalam menjalankan program yang telah ditetapkan.

“Selama masa rehat ini para pemain tetap menjalani program latihan yang sudah kami siapkan. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok dipantau oleh anggota staf teknis yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Selain program kelompok, setiap pemain juga mendapatkan porsi latihan individu yang wajib dijalankan secara disiplin. Program tersebut dirancang untuk mempertahankan kebugaran sekaligus membantu pemain beradaptasi kembali dengan intensitas latihan ketika tim kembali berkumpul.

Tavares menegaskan bahwa konsistensi menjalankan program latihan menjadi kunci utama agar performa tim tidak menurun selama jeda kompetisi.

“Setiap pemain memiliki program latihan individu yang harus dijalankan selama masa jeda ini. Tujuan kami agar mereka tetap bekerja dengan baik selama rehat dan bisa kembali dalam kondisi yang lebih kuat saat tim berkumpul kembali,” tuturnya.

Karena itu, ketika masa jeda berakhir dan tim kembali menjalani latihan bersama, staf pelatih akan langsung melakukan pemeriksaan kondisi fisik para pemain. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi siap sebelum memasuki fase persiapan menuju pertandingan berikutnya.

Tavares berharap seluruh pemain datang dengan kesiapan optimal sehingga proses latihan dapat berjalan maksimal. Ia juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme selama masa rehat agar tim dapat kembali bersaing dengan performa terbaiknya.

“Pada hari pertama latihan nanti kami akan melakukan pengecekan kondisi para pemain. Saya berharap semuanya datang dalam keadaan siap untuk memulai kembali persiapan,” pungkasnya.(sub)

Editor : Redaksi