Menengok Bisnis Esek-esek Jelang New Normal di Dolly-nya Swiss
MERAHPUTIH| SWISS- Menyambut era hidup normal baru (New Normal), bisnis prostitusi di Swiss mulai dibuka. Tapi, jika ingin menggunakan jasa pekerja seks komersial (PSK) ada syarat yang harus dilakukan oleh lelaki hidung belang. Apa itu?
Doggy style dan ganti sprei. Itulah dua hal yang harus dilakukan jika ingin ke portitusi di Swiss. Jika tidak, maka lupakan saja bisa kembali menikmati prostitusi di Heidiland ini.
Syarat tersebut dikemukakan ProKore, lembaga nirlaba yang bergerak mengurusi prostitusi di Swiss, menyambut slow down di negeri ini. Bisnis pelacuran termasuk bisnis paling akhir yang mendapatkan kelonggaran. Baru ada tanggal 6 Juni, komplek pelacuran di Swiss boleh buka kembali.
Doggy style terpaksa dilakukan karena antara PSK dan pelanggan tidak boleh berhadap hadapan. Masker juga wajib digunakan. “Lebih baik main sendiri di rumah daripada repot gitu,“ kata Philippe Meyer, salah seorang warga Swiss. Namun Phillip yakin, praktik tersebut akan sulit diterapkan.
Seprei juga wajib diganti setelah proses selesai. Proses pencucian seprei ini harus dilakukan dengan suhu 60 derajat celsius. Tidak ketinggalan, jendela harus dibuka 15 menit, agar sirkulasi udara lancar.
Selain dua hal tersebut, pelanggan juga wajib mengisi formulir tentang jati dirinya. Melalui aplikasi di hand phone, secara otomatis jati diri pelanggan akan dicatat. Pengisian jati diri melalui hand phone juga sudah dilakukan di restoran Swiss. Namun pada kenyataannya sulit dilakukan. “Siapa yang mau ngasih jati dirinya jika ke pelacuran. Lebih baik tidak usah buka saja,“ keluh Meyer.
Pemerintah Swiss mulai melonggarkan lock downya mulai 6 Juni ini, setelah wabah Corona mulai mereda. Kehidupan mulai berjalan normal, meski perlahan lahan.
Bisnis pelacuran terkena imbasnya karena sejak 16 Maret lalu, harus menutup pintunya. Meskipun bisnis ini sangat sering mendesak pemerintah agar mendapatkan kelonggaran, namun baru 6 Juni nanti boleh beroperasi kembali.(*)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih