Jawa Timur Sambut 272 Pelajar Papua, Program ADEM Perkuat Pemerataan Pendidikan Nasional

MERAHPUTIH I MALANG - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali dipercaya menjadi penyelenggara Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua Tahun 2026. Sebanyak 272 pelajar yang terdiri atas 152 siswa asal Papua dan 120 siswa repatriasi resmi mengikuti pembekalan serta prosesi serah terima sebelum memulai pendidikan di berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Sabtu (11/7), menjadi awal perjalanan para peserta untuk menempuh pendidikan selama tiga tahun di 33 SMA dan SMK yang tersebar di 11 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Program ADEM merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari wilayah Papua. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, program ini juga menjadi ruang bagi tumbuhnya persaudaraan, toleransi, serta penguatan semangat kebangsaan melalui interaksi antardaerah.

Ratusan peserta berasal dari berbagai provinsi di Tanah Papua. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 40 siswa, disusul Papua Selatan 35 siswa, Papua atau Jayapura sebanyak 32 siswa, Papua Tengah 30 siswa, dan Papua Barat sebanyak 15 siswa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, kepercayaan pemerintah pusat kepada Jawa Timur merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik tanpa dibatasi kondisi geografis.

"Program ADEM merupakan bentuk nyata pemerataan kesempatan belajar sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ujar Khofifah.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) yang kembali menunjuk Jawa Timur sebagai salah satu daerah pelaksana Program ADEM.

Menurut Khofifah, kehadiran para siswa Papua di Jawa Timur bukan sekadar sebagai peserta didik, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Jawa Timur. Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh sekolah penyelenggara memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter maupun prestasi para siswa.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Khofifah juga menitipkan para peserta kepada kepala sekolah, guru, serta tenaga pendidik agar memberikan perhatian layaknya orang tua selama proses pendidikan berlangsung.

Ia menilai keberhasilan Program ADEM tidak hanya dilihat dari prestasi akademik para siswa, tetapi juga dari kemampuan mereka beradaptasi, membangun karakter, serta hidup berdampingan dalam keberagaman budaya.

"Jarak geografis tidak boleh menjadi jarak kesempatan. Pendidikan harus menjadi jembatan yang menghubungkan mimpi anak-anak Papua dengan masa depan Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, menilai Program ADEM memiliki nilai strategis karena tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memperkuat persatuan bangsa melalui pengalaman hidup lintas budaya.

Menurutnya, para peserta akan belajar mengenal budaya, bahasa, adat istiadat, serta kebiasaan masyarakat Jawa Timur. Di sisi lain, masyarakat Jawa Timur juga dapat mengenal kekayaan budaya Papua melalui para siswa yang datang menempuh pendidikan.

Ia berharap nilai toleransi, gotong royong, disiplin, kejujuran, dan rasa cinta tanah air dapat tumbuh selama para peserta menjalani pendidikan di Jawa Timur.

Velix juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar tersebut dengan sungguh-sungguh karena kesempatan mengikuti Program ADEM merupakan peluang yang tidak dimiliki semua orang.

"Kami berharap ketika kembali ke Papua nanti, mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa ilmu pengetahuan, pengalaman, semangat gotong royong, serta wawasan kebangsaan untuk membangun daerah asal masing-masing," ujarnya.

Semangat besar juga terlihat dari para peserta. Salah satunya Benyinya Dumuta Wemagi, siswa asal Papua Selatan yang berhasil lolos seleksi Program ADEM setelah melalui serangkaian tes daring yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Mappi hingga mengikuti seleksi lanjutan di Merauke.

Benyinya mengaku bersyukur dapat diterima sebagai siswa di SMA Negeri 4 Kediri. Meski harus berpisah dengan keluarga sejak usia muda, ia memandang kesempatan tersebut sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Ia mengungkapkan berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai nelayan sehingga pendidikan menjadi harapan besar untuk mengubah kehidupan keluarganya.

Dengan penuh optimisme, Benyinya bertekad memanfaatkan kesempatan belajar di Jawa Timur sebaik mungkin. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Kepolisian (Akpol) agar kelak dapat mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kampung halamannya.

Pelaksanaan Program ADEM setiap tahun menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkecil kesenjangan pendidikan antardaerah. Melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas, diharapkan lahir generasi muda Papua yang memiliki daya saing, berkarakter, serta mampu menjadi motor pembangunan di daerahnya masing-masing sekaligus memperkuat persatuan Indonesia.

Editor : Redaksi