Usai dari Surabaya, 5 Orang Tambah Kasus Positif Corona di Bantul

 dr. Sri Wahyu Joko Santosa (Foto: HMP/Daru)
dr. Sri Wahyu Joko Santosa (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - Uji Swab massal yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul dan BBTKL-PP DI Yogyakarta bagi para pelaku perjalanan dan tenaga medis yang dilakukan dua gelombang yakni tanggal 23 dan 24 Juni 2020 serta gelombang ke-2 pada tanggal 25 dan 26 Juni 2020 hasil Swab yang dikeluarkan dari BBTKL-PP DIY dinyatakan negatif COVID-19.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Pemkab Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan uji Swab pada gelombang pertama dengan target 100 pelaku perjalanan diikuti oleh 45 orang. Pada gelombang kedua yang ditujukan untuk tenaga kesehatan dengan target 100 orang diikuti oleh 49 orang.

"Dari uji Swab sebanyak dua kali untuk masing-masing peserta hasil dari BBLTK-PP yang keluar dinyatakan semuanya negatif," ujar dr. Sri Wahyu Joko Santosa, Selasa (30/6).

Okki panggilan akrab dr. Sri Wahyu Joko Santosa, menjelaskan untuk rapid test dengan sasaran pedagang pasar yakni pasar Bantul yang dilaksanakan pada 24-25 Juni 2020 diikuti 465 pedagang dengan target 700 pedagang dengan hasil sebanyak 12 pedagang reaktif.

"Dari hasil uji swab yang telah keluar dinyatakan sebanyak 9 pedagang dinyatakan negatif dan masih menunggu 3 orang yang hasil swabnya belum keluar," terangnya.

Sedangkan rapid test yang digelar di pasar Janten pada tanggal 29 Juni 2020 dengan target 162 pedagang hanya diiukuti oleh 98 orang dengan hasil reaktif satu orang dan hasil swab sampai hari ini belum keluar.

"Untuk rapid test kepada pedagang pasar Ngipik diikuti oleh 98 orang dari target 162 orang dengan hasil satu orang reaktif namun hasil swab juga belum keluar," ujarnya.

Ditanya tentang hasil swab dari NH salah salah satu Komisioner Bawaslu Bantul yang ikut serta rapid test bersamaan dengan pedagang, Okki enggan untuk menjelaskannya.

"Ya ditunggu saja karena yang keluar hasil swab baru dari 9 pedagang di pasar Bantul dan semuanya negatif," kilah Okki.

Sementara itu terkait dengan penambahan 6 pasien konfirmasi positif COVID-19, Okki mengatakan 5 konfirmasi positif merupakan pelaku perjalanan dari Surabaya dan ada yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Dari 5 kasus tambahan positif COVID-19 yang diantaranya ada balitanya riwayatnya pernah kontak dengan pasien positif dan bepergian ke Surabaya," katanya.

Sedangkan untuk satu pasien konfirmasi positif lainnya yakni laki-laki usia 74 tahun saat ini masih dalam penelusuran.

"Hari ini Bantul memang ada tambahan 6 kasus konfirmasi positif COVID-19 sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 77 kasus," terangnya.‎ (hdw/tji)

 

Editor : Tudji Martudji