Dentuman Misterius Hebohkan Ibu Kota


Dentuman yang menghebohkan warga, diduga bersumber dari petir di langit Jakarta. (FOTO ANT)

MERAH PUTIH | Jakarta - Sebagian warga mengaku merasakan getaran saat terdengar suara dentuman di sejumlah kawasan di Jakarta pada Minggu (20/9) malam. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut dentuman misterius itu bersumber dari petir. Kok bisa?

Salah satu warga di kawasan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, Rahmasari mengaku merasakan getaran ketika mendengar suara dentuman cukup keras di rumahnya. "Agak ada getaran tipis deh tadi waktu denger dentumannya," ujar Rahmasari.

Rahma mengaku mendengar dentuman tersebut sekitar pukul 19.30 WIB. Awalnya dia mengira suara dentuman itu dari letusan ban pecah dari kawasan Stasiun Cawang Atas yang tak jauh dari rumahnya.

Letusan ban yang terdengar seperti dentuman itu biasanya terdengar antara tengah malam, namun Rahma menyadari suara itu terdengar pada malam. "Suaranya lebih kencang dari biasanya, terus grup WhatsApp dan Twitter tiba-tiba ramai bicara soal dentuman yang sama," ujar Rahma.

Warga mendengar dentuman sebanyak dua kali di kawasan Pasar Minggu, Kalibata dan Tebet ramai di "trending" Twitter.

Informasi yang beredar di twitter menyebutkan suara dentuman sebanyak dua kali terjadi di wilayah Pasar Minggu, Kalibata, Tebet hingga Cawang sekitar pukul 20.00 WIB. Beragam komentar warganet menyebutkan dentuman bervariasi dari satu, dua hingga tiga kali. Dengan volume kecil hingga besar seperti suara dentuman meriam.

Suara dentuman sebanyak dua kali terdengar di RW 10 Kelurahan Pasar Minggu pada Ahad malam pukul 20.00 WIB dan pihak kelurahan sedang menelusuri informasi warga terkait hal itu. "Ini kita lagi telepon-telepon unit kebakaran, sudah konfirmasi Damkar Sektor Pasar Minggu sampai saat ini aman," kata Lurah Pasar Minggu, Gita Puspita Sari.

Gita telah menelusuri suara dentuman melalui petugas piket di Kantor Kelurahan Pasar Minggu. Namun petugas menyatakan tidak mendengar suara dentuman yang dimaksud.

Suara dentuman di laporan melalui pesan grup perpesanan warga di RW masing-masing. Suara dentuman terdengar cukup keras oleh warga RW 10 Kelurahan Pasar Minggu. "Terdengar keras di RW 01, sekitar pukul 20-an, sebanyak dua kali," kata Dila.

Selang lima menit setelah diinformasikan, warga kembali mendengar suara dentuman sebanyak satu kali. Suara dentuman terdengar seperti suara ban mobil besar meletus. Sesaat setelah suara dentuman terdengar, warga lantas mencari tahu sumber suara dentuman, tetapi tidak disertai dengan guncangan.

"Infonya pas terdengar, warga juga keluar rumah untuk mencari tau ada apa, tapi tidak ada guncangan," ujar Dila.

Menanggapi hal itu, BMKG mencatat hasil monitoring awal terkait suara dentuman ini. "Beberapa warga dan netizen dari Jakarta Selatan dan Jakarta Timur melaporkan adanya beberapa suara dentuman yang terdengar antara pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB pada hari ini Minggu 20 September 2020," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Minggu (20/9/2020).

Terkait dentuman tersebut, BMKG menyatakan sejumlah hal. Pertama, dentuman bisa terjadi karena gempa dangkal. Namun BMKG tak mencatat adanya aktivitas seismik di Jakarta terkait dentuman tadi. "Namun demikian, hasil monitoring petir oleh BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan adanya beberapa aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB," kata Daryono seperti dikutip detikcom.

BMKG tidak ingin berspekulasi terkait sumber suara dentuman yang terdengar di Jakarta Selatan dan sebagian Jakarta Timur. BMKG kembali menyinggung aktivitas petir saat rentang waktu terdengarnya suara dentuman.

"Acuan kami adalah data hasil monitoring peralatan kami yang menunjukkan bahwa memang ada beberapa aktivitas petir yang terjadi saat rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga," kata Daryono.

"Sehingga suara dentuman malam ini tidak bersumber dari gempa bumi, tetapi ada dugaan bahwa suara tersebut bersumber dari petir," pungkas Daryono. (jta/ant/nt)