Dolar Melemah Terhadap Yen Setelah Trump Positif Corona

 Presiden AS Donald Trump berjalan dari Marine One saat ia kembali dari Bedminster, New Jersey, di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, AS, (1/10/2020). Trump mencuit di Twitter bahwa ia dan istrinya dinyatakan positif COVID-19. (ANTARA FOTO/REUTER
Presiden AS Donald Trump berjalan dari Marine One saat ia kembali dari Bedminster, New Jersey, di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, AS, (1/10/2020). Trump mencuit di Twitter bahwa ia dan istrinya dinyatakan positif COVID-19. (ANTARA FOTO/REUTER

MERAHPUTIH|Moskow - Menurut data perdagangan Jumat pagi, dolar AS jatuh terhadap Yen  setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan positif mengidap COVID-19. 

Dolar jatuh terhadap Yen, dari penutupan terakhir ¥105,5 menjadi ¥105,12 (sekitar Rp14,804).

Meski demikian, dolar AS tetap menguat dihadapan euro. Euro jatuh terhadap dolar AS dari penutupan sebelumnya $1,1747 per euro menjadi $1,1721 (sekitar Rp17,368).

Situasi seputar virus corona terus menjadi faktor utama di pasar mata uang asing.

Para pedagang terus memperhatikan perkembangan paket stimulus AS, sambil memperkuat penghindaran risiko, dan memantau berita bahwa presiden AS telah terjangkit virus corona.

Sementara itu, harga minyak dunia turun dua persen pada Jumat pagi.

Penurunan harga minyak semakin cepat setelah Trump mengumumkan bahwa ia dan ibu negara AS tertular virus corona, demikian ditunjukkan data perdagangan.

Harga kontrak berjangka Desember untuk minyak mentah North Sea Brent turun 1,98 persen menjadi 40,12 dolar (sekitar Rp595,5 ribu) per barel. Biaya berjangka November untuk WTI turun 2,01 persen menjadi 37,94 dolar (sekitar Rp563,2 ribu) per barel.

Menurut dokter kepresidenan AS, Presiden Trump menyatakan dirinya merasa baik-baik saja dan diperkirakan akan tetap menjalankan tugasnya. (nom/lmi)

Editor : Tukiman Sarmijan