Tambahan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Mencapai 3.476 Orang


Petugas medis (kanan) bersiap menyuntikan vaksin ke seorang tenaga kesehatan (kiri) saat simulasi pemberian vaksin COVID-19 di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (13/10/2021). Simulasi tersebut digelar sebagai persiapan penyuntikan vaksinasi COVID-19 tahap pertam

MERAHPUTIH| JAKARTA-Tambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta pada Rabu ini mencapai 3.476 orang atau tertinggi secara harian selama pandemi. Catatan ini disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dengan tambahan kasus baru itu, maka total kasus positif COVID di Jakarta menjadi 214.728 dari sebelumnya 211.252 kasus.

Berdasarkan data laman corona.jakarta.go.id yang dikutip di Jakarta, Rabu, penambahan 3.476 kasus itu merupakan hasil dari pemeriksaan tes usap (swab test PCR) dalam satu hari pada Selasa (12/1/2021) sebanyak 2.877 kasus dan 599 kasus lainnya berasal dari satu RS BUMN tujuh hari terakhir yang dilaporkan hari ini.

Tes PCR pada 12 Januari 2021 itu dilakukan pada 15.530 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 14.312 orang adalah yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.877 positif dan 11.435 negatif.

Selama sepekan, tambahan kasus positif harian sebanyak 3.476 kasus pada Rabu ini lebih tinggi dibanding Selasa (12/1/2021) sebanyak 2.669 kasus, Senin (11/1/2021) 2.461 kasus, Minggu (10/1/2021) 2.711 kasus, Sabtu (9/1/2021) 2.753 kasus, Kamis (7/1/2021) 2.398 kasus, dan Rabu (6/1/2021) 2.402 kasus.

Termasuk, dibandingkan tambahan kasus tertinggi sebelumnya pada Jumat (8/1/2021) sebanyak 2.959 kasus yang menjadi rekor kasus baru tertinggi selama pandemi COVID-19.

Penambahan kasus positif sebanyak 3.476 ini juga mencetak nilai tertinggi dalam kategori kasus baru hasil tes PCR harian mengalahkan rekor sebelumnya yakni penambahan sebanyak 2.699 kasus yang dicetak pada Selasa (12/1/2021) yang merupakan hasil tes PCR pada Senin (11/1/2021).

Sementara itu, tambahan pasien sembuh COVID-19 di Jakarta pada Rabu ini mencapai 2.960 orang, yang menyebabkan total pasien sembuh naik dari 188.675 orang menjadi 191.635 orang.

Angka total pasien sembuh sebanyak 191.635 orang tersebut adalah sekitar 89,2 persen (turun dari sebelumnya 89,3 persen) dari jumlah kasus positif sebanyak 214.728 kasus.

Adapun di dalam jumlah total kasus positif sebanyak 214.728 kasus tersebut, sebanyak 19.459 orang (naik 471 dari sebelumnya 18.988 orang) merupakan kasus aktif yang masih dirawat/diisolasi. Kemudian 3.634 orang (bertambah 45 dibanding sebelumnya 3.589 orang) meninggal dunia, atau senilai 1,7 persen (sama seperti sebelumnya) dari total kasus positif.

Dari jumlah tes, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau positivity rate COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Rabu ini, tercatat di angka 15,1 persen (naik dari sebelumnya 13,7 persen).

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan persentasenya tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi pada Maret 2020 setelah perkembangan pada Rabu ini adalah sebesar 9,3 persen (naik dari sebelumnya 9,2 persen).

Mengingat perkembangan COVID-19 yang belum tuntas, redaksi Antara mengingatkan para pembaca untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari yakni:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
• Selalu menjalankan 3M: memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.