Gubernur Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo
MERAH PUTIH I PROBOLINGGO - Banjir di wilayah Kecamatan Dringu, Kab Probolinggo yang terjadi Rabu (10/3/2021) akibat hujan deras menyebabkan tanggul di Sungai Kedungdalem jebol. Sebagai langkah penanganan darurat, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan akan segera memasang bronjong untuk menggantikan sementara tanggul yang jebol. Hal itu ditegaskan Khofifah saat meninjau langsung Sungai Kedungdalem dan tanggul yang jebol, Kamis (11/3/2021) sore.
"Pemprov Jatim akan segera membangunkan bronjong di Sungai Kedunggaleng dan membangun plengsengan pencegah banjir," jelas Khofifah.

Akibat luapan Sungai Kedungdalem dari jebolnya tanggul itu, kampung di kawasan Desa Kedungdalem dan Desa Dringu di Kabupaten Probolinggo terendam banjir bercampur lumpur yang cukup parah. Menurutnya, banjir terjadi karena sungai meluap akibat hujan turun dengan intensitas tinggi selama dua pekan terakhir.
Dalam kurun waktu sejak tanggal 28 Februari 2021 hingga 10 Maret 2021, terjadi banjir di dua kampung tersebut selama 11 kali. Ketinggian banjir yang membawa material lumpur bahkan mencapai perut orang dewasa.

Saat dikunjungi Gubernur Khofifah bersama Bupati Probolinggo, P Tantriana Sari, kondisi banjir sudah surut. Namun kondisi kampung masih porak poranda, penuh lumpur dan sisa sisa genangan banjir di pelbagai sudut jalan dan gang. Warga juga tampak masih berupaya membersihkan endapan lumpur yang masuk ke rumah. Khofifah mengatakan, pemprov dan pemkab sudah melakukan perencanaan. "Yang rawan harus dibronjong lebih dulu. Setelah itu kami akan membangunkan plengsengan untuk penanganan secara lebih permanen. Ini sedang dihitung, DED kira-kira butuh waktu 1,5 bulan," jelasnya.

Pembangunan Bronjong ditegaskan Khofifah akan dimulai cepat, maksimal hari Minggu (14/3/2021) harus sudah dimulai. Percepatan penanganan di titik yang lebih rawan dilakukan agar recovery bisa lebih dulu. Termasuk jembatan yang menghubungkan dua desa di atas Sungai Kedunggaleng, kata dia, juga harus diperbaiki.
"Sambil kita cocokkan anggaran di tahun 2022. Tapi Kementerian PU-PR lewat BBWS Brantas sudah menyediakan alokasi anggaran. Pemkab dan Pemprov sudah bersambung," tegas Khofifah.
Selain intensitas hujan yang tinggi, Khofifah juga mengaku ada sampah yang jumlahnya cukup besar dan sudah mengkristal. Pemprov Jatim pun memberikan bantuan senso untuk mengurai sampah itu.
"Maka saya pesan agar relawan jogokali diaktifkan kembali. Relawan jogokali harus yang memang punya passion untuk menjaga kebersihan sungai," imbaunya.
Pada kunjungan tersebut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan santunan berupa paket sembako yang diserahkan secara simbolis pada warga.

Bantuan yang diberikan itu disambut antusias warga. Tak sedikit warga terdampak banjir yang meminta sembako pada gubernur. Tim dari BPBD Jatim pun mendata warga dan selanjutnya menyerahkan ratusan paket sembako yang dibawa menggunakan mobil bak terbuka.
Selain menyerahkan bantuan paket sembako, gubernur juga membagikan ribuan masker pada warga. "Langsung dipakai maskernya ya," pinta Khofifah pada setiap warga yang diberi masker.

Bantuan lain yang diberikan, yakni berupa bronjong yang masih dihitung jumlah kebutuhannya untuk menambal tanggul Sungai Kedungdalem yang jebol akibat diterpa arus deras. Diserahkan pula secara simbolis pada Bupati Probolinggo bantuan berupa glangsing 2000 buah, terpal 10 lembar, jumbo bag 30 buah, velbed lima unit, gergaji mesin satu unit, pemotong dahan dua unit, paket kebersihan 20 paket, hand sanitizer empat liter, APD 10 buah, sprayer lima unit, lauk pauk 60 dus, dan tambah gizi 60 dus. (red)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih