Tiba-Tiba Dimenangkan oleh PT DMK

Tender Jalan Sumur, Cibaliung, Muara Binuangen Diduga Bermasalah


Pengumuman pemenang tender yang dimenangkan oleh PT DMK. ist

MERAHPUTIH|JAKARTA-Tender preservasi Jalan Sumur-Cibaliung-Muara Binuangen dengan satuan kerja (Satker) pelaksanaan jalan nasional wilayah II Provinsi Banten akhirnya dimenangkan oleh PT Dian Mosesa Perkasa (DMK) yang beralamat di Jl Perumtel, Benteng, Nusaniwe, Ambon. Namun informasinya, tender senilai Rp 96, 1 miliar ini bermasalah.

Informasi terpercaya dari sumber harianmerahputih.id menyebutkan, proyek tender dan lelang sudah dilakukan tiga kali. Informasinya, PT DMK diundang langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nah, di situlah deal-deal berlangsung.

Proyek ini sudah dua kali dilelang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) via Balai Pelaksana Pemulihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Banteng Kelompok Kerja (Pokja) pemilihan 01 BP2JK Wilayah Banten Tahun anggaran 2020.

Ketika itu, tiga PT Masing-masing PT Citra Prasasti Konsorindo, PT Delta Batarajaya Jasa Konstruksi dan PT Gunakarya Nusantara dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat diantaranya tidak menyampaikan dokumen dengan benar. Namun ketika itu, PT DMK tidak ikut lelang.

Nah, ketika dilelang untuk ketiga kalinya, PT DMK ikut lelang dan secara ‘ajaib’ akhirnya dinyatakan sebagai pemenang. Padahal, PT DMK hanya berada di urutan ke-9. Panawaran PT DMK sebesar Rp 76.895.559.767,58 dan terkoreksi, Rp 76.895.495.000,00.

“Yang menjadi pertanyaan adalah, kok bisa pemenang lelang nomor 9. Kecurigaan kami ada dugaan permainan dalam lelang itu. Kami menduga pemain lama bermain dalam lelang. Dugaan kami mereka yang mengerjakan proyek tersebut setelah PT DMK dimenangkan dalam lelang,” ungkap sumber yang namanya enggan ditulis.

Harapannya kata sumber lagi, PPK bisa mempertimbangkan lagi terkait pemenang lelang. “Ada banyak kejanggalan dalam tender tersebut. Kami khawatir pekerjaan tersebut tidak dikerjakan dengan benar. Karena itu kami berharap, Ketua BP2JK Bapak Rombe dan Ketua Pokja Bapak Darso bisa menolak pemenang paket pekerjaan tersebut,” terang sumber. (red)