Menteri PMK Muhadjir Efendi Puji Langkah strategis Gubernur Jawa Timur


Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Efendi dan Gubernur Jawa Timur ketika meninjau RSLI

MERAHPUTIH I SURABAYA - Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (PMK), Muhadjir Efendi memuji langkah strategis Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menangani lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Bangkalan, Madura. 

Dalam kunjungannya di Surabaya, Menteri PMK meninjau beberapa titik, antara lain, lokasi penyekatan Suramadu, dimana fasilitas swab bagi warga Bangkalan yang akan masuk ke Surabaya, serta meninjau Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura Surabaya (RSLI). 

Muhadjir menceritakan, Jatim pernah menghadapi kasus lonjakan pada bulan Juni 2020 lalu, saat itu terjadi di Kota Surabaya. Sehingga menurutnya, Jatim memiliki oengalaman dalam mengatasi lonjakan kasus Covid-19. 

"Jadi itu adalah pengalaman yang sangat berharga, yang ternyata membuat Jawa Timur itu dalam menangani kasus terutama Bangkalan, relatif mudah," ujarnya, Senin (21/6/2021). 

Muhadjir juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim, serta jajaran TNI Polri, Kapolda maupun Pangdam V Brawijaya. Ia menilai, cara cara SOP penyekatan di Suramadu juga sudah sangat baik. 

"Mudah mudahan berjalan lancar, yang penting harus menguasai lapangan, jangan hanya rapat dari meja ke meja, saya kira sudah jelas," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, ada Rumah Sakit dengan kategori gawat, yang BORnya diatas 80%. Sedangkan kategori merah, memiliki BOR diatas 60%. 

"Kita sudah membuat kategorisasi ini, untuk menyiapkan kontigensi plan. Nah, beberapa kontigensi plan, diikuti action plan," ujarnya.

Khofifah menyebut, hari ini di isolasi OTG area BPWS kaki Bangkalan, foodcourt ketiga akan dibuka. Sehingga sudah siap untuk menampung 100 bed. Kemudian dilakukan visitasi pengembangan Rumah Sakit Darurat Lapangan di Ngawi. 

"Saya sudah mengkoordinasikan kepada Bupati Walikota sedapat mungkin, ditambah TTnya (Tempat Tidur),"kata Khofifah.

Bahkan, Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura Surabaya (RSLI) juga direncanakan akan menambah jumlah TT sebanyak 50 - 75. Namun demikian, Khofifah tidak berharap, ketika TT ditambah, maka bertambah juga pasiennya. 

"Tapi bahwa kesiap siagakan harus dilakukan oleh kita semua. Dan tentu, kehadiran Pak Menko memberikan support dan penguatan kepada seluruh proses yang sudah kita lakukan disini," lanjutnya. (red)