Tingkatkan Layanan Masyarakat, Manajemen GBK Lakukan Inovasi


Gelora Bung Karno. Ist

MERAHPUTIH| JAKARTA-Gelora Bung Karno (GBK) dikenal sebagai kawasan olahraga terbesar dan tertua di Jakarta dan Indonesia, yang kental dengan nilai sejarah kebesaran Bangsa Indonesia. Berbagai prestasi telah ditorehkan oleh GBK dalam menjunjung tinggi nama Indonesia, baik melalui event-event nasional maupun internasional.

 

GBK merupakan etalase bangsa yang harus bisa menjembatani banyak misi. Dengan kompleksnya tantangan dan beragamnya stakeholders yang tidak hanya berasal dari mitra bisnis tetapi juga masyarakat luas, GBK dituntut untuk terus bertransformasi melalui berbagai inovasi dan perbaikan manajemen tata kelola guna mewujudkan kawasan olahraga terintegrasi yang modern, ramah lingkungan, dan unggul di dunia.

 

Tim Humas Kemensetneg berkesempatan berbincang-bincang dengan Direktur Utama GBK, Rakhmadi Afif Kusumo, yang dilantik oleh Menteri Sekretaris Negara, pada tanggal 6 Januari 2021. Pria yang akrab dipanggil Adi ini membagikan mimpi besar GBK menjadi pusat kawasan untuk sport culture, entertainment, edukasi, dan bisnis bertaraf internasional.

 

 

 

“Seperti kita ketahui GBK adalah pusat untuk berkegiatan hal-hal tersebut dan telah banyak kegiatan berkelas internasional telah dilaksanakan seperti Asian Games, Asian Para Games, Sea Games, maupun expo-expo kegiatan tingkat tinggi seperti APEC dan sebagainya,” ujar Adi.

 

Lebih lanjut Adi menjelaskan bahwa di saat pandemi seperti ini, memang banyak keterbatasan akan tetapi GBK terus berinovasi agar tetap dapat memberikan pelayanan untuk masyarakat. Salah satunya adalah dengan menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang luasnya mencapai lebih dari 100 hektar. RTH ini salah satunya dialokasikan sebagai Hutan Kota GBK yang pada awal bulan ini kembali dibuka untuk umum.

 

“Bisa dilihat animo masyarakat, terjadi peningkatan yang cukup drastis. Masyarakat kini semakin sering berolahraga di GBK. Dan hal ini termasuk dalam visi kami yang tidak hanya sekedar mencari pendapatan, tapi bagaimana menyehatkan masyarakat, sehingga Indonesia dapat memiliki masyarakat yang sehat, dengan jiwa yang kuat, sehingga kita dapat produktif lebih baik lagi ke depannya,” ucap Adi.

 

GBK tidak hanya dikenal sebagai kawasan olahraga tetapi juga kawasan bisnis, rekreasi, pariwisata, dan pemerintahan, dengan jumlah aset yang sangat besar dan memiliki lahan sekitar 297 Hektar. Dengan rincian 50% wilayah untuk kegiatan olahraga, 30% untuk kegiatan edukasi dan pemerintahan seperti Kemendikbud, Kemenpora, TVRI, dan 20% untuk komersil contohnya seperti Mall FX Sudirman, Plaza Senayan, Senayan City, dan Senayan Park yang merupakan mitra-mitra GBK.

 

“Dengan pandemi Covid-19 ini memang terjadi pengurangan pendapatan dan para mitra mengalami cukup kesulitan, penurunan menjulang sangat tinggi. Namun dengan adanya sinergitas dan kolaborasi, keadaan diharapkan akan bangkit kembali,” ujar Adi.

 

Dengan wilayah yang luas dan beragam fungsi, GBK memiliki banyak spot yang bagus untuk dijadikan obyek foto. Oleh karena itu, di sela-sela perbincangan Adi pun mengajak masyarakat yang memiliki minat di bidang fotografi ataupun yang hanya sekedar ingin mengabadikan momen dapat menjelajah dan berburu foto di GBK.

 

"Kami sangat welcome untuk hunting foto. Saya sendiri penikmat fotografi. Saya senang foto landscape, foto-foto gedung, sangat-sangat diperbolehkan, hanya saja kalau ingin melakukan foto-foto komersial, seperti iklan, atau video clip, memerlukan izin dari kepala unit maupun pengelola terkait. Jangan lupa tag @love_gbk,” kata Adi saat ditanya terkait izin untuk mengambil foto di kawasan GBK.

 

Lebih lanjut Adi pun menuturkan harapan untuk GBK ke depannya dan berterima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, mitra, dan juga pemerintah yang selalu memberikan dukungan kepada GBK yang merupakan etalase bangsa dan negara, sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Bapak Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

 

“Saya berharap pandemi segera berakhir sehingga kita dapat melakukan event seperti biasa. Walaupun belum berakhir, kami siap menjadi solusi. Seperti sentra vaksinasi bisa diadakan di GBK dan sebagai sentra olahraga. Besar harapan kami ke depannya GBK akan lebih baik lagi, segala fasilitas yang baik dan yang sudah ada akan kami jaga, serta kekurangannya kami mohon dukungannya agar kita bisa perbaiki lebih baik lagi.” kata Adi seraya mengakhiri wawancara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (21/5). (red)