Diana Buka Aspirasi, Nelayan Pacitan Terima Hibah Kapal


Diana Amaliyah Verawatiningsih, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan dana hibah untuk Paguyuban Nelayan Pacitan (17/9/2021). Hibah ini merupakan aspirasi Diana Amaliyah Verawatiningsih, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur.

Dana hibah itu diperuntukkan pengadaan kapal tangkap bagi Kelompok Segara Biru, Paguyuban Nelayan di Pacitan. Paguyuban ini beranggotakan 10 orang nelayan.

Menurut Khoirul Amin, ketua paguyuban, masih banyak nelayan di Pacitan yang belum memiliki perahu atau kapal tangkap.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bu Diana. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah provinsi. Bantuan untuk kelompok ini sangat berarti,” ucap Khoirul Amin.

“Yang jelas sangat membantu sekali. Apalagi dalam masa pandemi seperti ini. Karena kapal adalah modal utama bagi para nelayan. Kebanyakan dari anggota kami belum punya perahu sendiri, jadi masih ikut buruh kapal,” imbuhnya.

Sementara itu, Diana atau yang biasa disapa Mbak Sasa ini mengungkapkan pengajuan hibah aspirasi anggota DPRD Jawa Timur masih banyak yang tidak jelas tindak lanjutnya.

Padahal, dana hibah ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Di tengah pendemi seperti ini, banyak sektor yang terpukul hebat. Sasa mendesak agar Gubernur dan jajarannya bergerak lebih cepat.

“Saya tekankan, harusnya pihak Pemprov Jatim lebih sigap memroses pengajuan aspirasi ini. Agar penyerapan anggaran segera terelisasi secara optimal. Karena ini akan menggairahkan perekonomian masyarakat yang terpuruk karena wabah Covid-19,” tegas Sasa.

“Kasihan masyarakat sudah tertekan. Selama pandemi ini mereka banyak berharap kesigapan pemerintah. Nanti kami ini dicap omong kosong. Padahal kami sudah mengajukan jauh hari. Sedangkan pengguna anggaran itu kan ada di pihak eksekutif, yakni Gubernur dan Kepala Dinas Dan Kepala Badan serta jajaran di bawahnya,” cetus sosok kelahiran Pacitan ini.

Sasa meminta pihak Pemprov memberi penjelasan secara luas mengapa sampai terlambat seperti ini. “Semuanya sudah disurvei sejak Juni 2021 lalu. Namun hingga September ini masih banyak yang belum terwujud,” pungkasnya. (red)