MERAHPUTIH I MALANG - Jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan suporter yang terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/22).
Informasi sementara, korban jiwa dalam kerusuhan tersebut melibatkan sejumlah massa dari kalangan suporter, Aremania, dan anggota Polri yang sedang bertugas.
Baca juga: Persebaya Gagal Menang di Derby Jatim, Paul Munster Soroti Konsentrasi dan Penyelesaian Akhir
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes. Pol. Dirmanto, S.H., S.I.K., membenarkan adanya insiden kericuhan suporter sepakbola yang belakangan diketahui mengakibatkan korban jiwa.
Namun, hingga Minggu (2/10/22) dini hari, atau beberapa jam pasca-pertandingan tersebut, pihak kepolisian masih melakukan pendataan.
Baca juga: Arema FC dan Persebaya Surabaya Berbagi Poin di Derby Pekan ke-30 Liga 1
"Anggota masih di lapangan. Iya (melakukan pendataan)," jelas Kabid Humas Polda Jatim.
Untuk diketahui bahwa kericuhan tersebut terjadi setelah Tim Arema FC kalah dengan skor 2-3 dari Tim Persebaya Surabaya pada laga pekan 11 Liga 1 2022.
Baca juga: Persebaya Bidik Posisi Kedua, Siap Maksimalkan Derby Lawan Arema FC
Akibat kekalahan tersebut, ribuan Aremania atau suporter Arema FC berusaha masuk ke lapangan. Melihat ribuan suporter masuk ke lapangan, pihak keamanan dari Polri dan TNI langsung melakukan pengamanan, hingga mengeluarkan gas air mata. (red)
Editor : prass prasetyo