Haji Mas Rizal Manusia Berhati Mulia, Gagalkan TPPO Dua Bocah Papua

harianmerahputih.id
Haji Mas Rizal Effendy.


MerahPutih | Maluku-Pemilik usaha hotel dan penginapan Sumber Asia, Haji Mas Rizal Effendy, tanpa sengaja menggagalkan dugaan upaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Betapa tidak, bermula dari rasa iba karena kemanusiaan Haji Rizal bertemu dengan 2 bocah perempuan asal Papua yang menginap di penginapan miliknya, Ical (lorong naga kuning) Rabu (20 September 2023).

Baca juga: Bandara Pattimura Ambon Wujudkan Kepedulian Lewat Program “Injourney Airport Sehat” di Negeri Hatu

Saat ditemui Wartawan disalah satu cafe di bilangan kota Ambon Sabtu 23/9/2023 Rizal melanjutkan, kedua bocah perempuan asal Papua itu atas inisiatif-nya dibawa ke Polsek Sirimau dan sudah ditangani oleh Dinas Sosial Kota Ambon.

Berikut kronologis:

"Awalnya di Hari Rabu (20/9/2023) sekitar jam 3 sore, saya keluar dari butik saya (Ical) yang diatasnya ada penginapan. Saya bertemu dengan 2 bocah perempuan Papua (sekitar 9 dan 11 tahun) ada menunggu orang untuk makan," ungkap Haji Rizal.

Bos jaringan Sumber Asia ini mendekati mereka dan bertanya kenapa sampai ada di Ambon dan sedang menunggu siapa. "Jawab mereka sedang menunggu Om untuk makan, " papar Haji Rizal.

Haji Rizal bertanya lagi, "Om ada dimana dan tinggal disini sejak kapan? Mereka menjawab, "Kami datang tadi malam dan Om yang membawa kami belum datang. Haji Rizal, masuk ke dalam butik sambil mengamati kedua bocah perempuan itu. Mereka berdua, lanjutnya, membeli kue/jajanan untuk makan.

"Tetapi saya memantau mereka kaya-nya ,ada yang tidak beres , lalu saya mendekati mereka. Saya tanya sudah kenyang ya, lalu keduanya menjawab belum Om dan kami tidak punya uang untuk membeli makanan," rincinya lagi.

Tergerak rasa iba, Haji Rizal membawa keduanya ke rumah makan Padang yang berseberangan dengan tokonya. Haji Rizal menyuruh pelayan untuk memberi makanan kepada kedua bocah tersebut.

" Saya sangat iba melihat mereka karena saya teringat anak-anak dan cucu-cucu saya. Kalau ini terjadi pada anak dan cucu saya, betapa kasihan," ujarnya lirih.

Baca juga: Dugaan Money Politik Warnai Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku

Melihat gelagat yang aneh karena tidak ada orang yang datang menemui mereka, Haji Rizal mengambil langkah pengamanan dengan melapor dan membawa mereka ke Polsek Sirimau," Insting saya, ada yang tidak beres. Jika terjadi sesuatu pasti saya juga terlibat dan akhirnya saya membawa mereka dan melapor di Polsek Sirimau," terang Haji Rizal.

Di Polsek Sirimau, lanjutnya lagi, setelah mengambil data pihak Polsek berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Ambon.
Hanya saja, tambah Haji Rizal, tiba- tiba datang oknum TNI Kodam XVI Pattimura (inisial Prada MI) ke Polsek Sirimau.

"Saya sangat terkejut karena tiba-tiba ada oknum tentara yang datang. Sambil menelepon entah siapa, oknum MI mengaku bahwa kedua bocah asal Papua itu adalah keluarga/kerabatnya. Bahkan dia ingin mengambil kedua bocah itu, tapi langsung saya bertanya kepada kedua bocah itu. Mau ikut sama Om MI, tinggal sama Om Polisi atau tinggal sama saya. Keduanya mengaku untuk tinggal sama saya,'' jelas Haji Rizal.

Selesai urusan di Polsek Sirimau, urainya lagi, sekitar jam 21.00 WIT malam. Dirinya bahkan tidak mengikuti salat Magrib karena merasa iba dengan kedua bocah itu. "Dalam hati saya, Tuhan biarlah saya mengurus kedua anak ini," kenangnya.

Sehabis di Polsek, Haji Rizal membawa mereka ke tempat yang lebih aman yakni Hotel Sumber Asia. Para sekuriti dan keamanan hotel dipanggil untuk mengamankan kedua bocah itu dari gangguan apapun.

Baca juga: Gubernur Maluku Hadiri HUT Ke-20 IKEMAL di Papua

Sekitar pukul 00.30 WIT, tegasnya lagi, ada pesan melalui aplikasi WhatsUp yang masuk ke telepon selulernya. Pesan tersebut dari ponsel dengan nomor 082151490924 yang isinya berbunyi : Pak bagaimana dngn barang"nya itu omku, apakah masih dihotel atau dmna? Namun tidak dijawab oleh Haji Rizal.

Tidak berhenti di situ, tambahnya lagi, sekitar pukul 02. 30 (Kamis dini hari) ada orang yang datang ke penginapan Ical sambil ribut menanyakan kedua bocah itu.
" Tetapi sekuriti menjawab, bahwa kedua bocah tersebut tidak lagi nginap di Ical. Tidak percaya, bahkan terjadi keributan sesuai laporan anak buah saya. malahan semua pintu kamar dipaksa untuk dibuka , indikasi kuat ini ada dugaan TPPO, " tegas Haji Rizal.

Jumat kemarin (22 September 2023), Haji Rizal masih meluangkan waktu untuk menjenguk mereka di Kantor Dinsos Kota Ambon, di Karang Panjang. Bahkan, awak media yang sedang berbincang dengannya mendengar arahan Haji Rizal kepada stafnya memberi masing-masing Rpn500 ribu dalam 2 amplop.

Ketika awak media menatapnya, terlihat raut wajahnya sedih bahkan ada genangan air mata pada bola matanya. Dengan lirih Haji Rizal berkata, "Saya punya generasi yang entah kedepan seperti apa. Saya ini besar di Maluku. Orang Papua panggil kita orang Maluku dengan sebutan "Kaka'. Kita ini bersaudara, apalagi kita orang Maluku banyak yang merantau dan mengadu nasib di Papua. Kemarin sore saya menjenguk mereka berdua, sangat ceria dan gembira. Hati saya senang tapi juga menangis,'" ungkap Haji Rizal.

Bos jaringan Sumber Asia ini mempertegas, kedua bocah Papua harus dilindungi oleh negara dan harus kembali kepada orang tua mereka. " Semoga semua pihak melihat masalah ini. Kasihan mereka anak-anak yang polos, harus menjadi korban,'' tutup Haji Rizal.(boy)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru