MERAHPUTIH|Surabaya- Bila pada tahun-tahun sebelumnya Hari Pendidikan Nasional diperingati dengan upacara bendera, namun tahun ini hal itu tidak bisa terlaksana akibat Covid -19. Namun bukan berarti tidak ada penandanya.
Tahun ini, Pemprov Jatim punya cara lain untuk memangkas kebosanan akut para siswa siswi yang sudah satu bulan lebih belajar dirumah. Gebrakannya yakni dengan meluncurkan game edukasi berjudul "Dawn of Civilization: Solve Corona”.
Game ini merupakan game yang dinilai sangat tepat pada saat ini. Sebab game ini ada sisi edukasi yang bisa dijadikan sarana belajar dan mendapatkan pengetahuan oleh para siswa. Menariknya, game ini tentang virus Corona yang sedang mewabah.
Dengan hadirnya game ini, diharapkan siswa dapat memahami seluk beluk Covid-19, dengan cara yang menyenangkan. Game ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jatim bersama para relawan pelajar Indonesia di luar negeri yang tergabung dalam Nusantara Innovation Forum yang berpusat di Inggris dan Solve Education yang berpusat di Singapura.
Hal positip yang ingin disampaikan pada game ini adalah mengajak para pemainnya belajar tentang Covid-19 secara interaktif, menangkal hoaks, serta bergotong royong membantu masyarakat dan tenaga medis dari rumah.
Menariknya lagi, perolehan skor pemainnya nanti akan dikonversikan menjadi smebako atau alat pelindung diri (APD), yang selanjutnya akan disumbangkan menjadi shodaqoh kepada keluarga dan tenaga medis yang membutuhkan. “Jadi, semakin besar skor yang diperoleh, semakin banyak sumbangan yang akan didistribusikan. Sumbangan tersebut juga merupakan hasil gotong royong dari berbagai organisasi masyarakat dan donatur yang tergabung dalam program ini,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (2/5/2020).
Khofifah mengatakan, game tersebut dirancang untuk siswa sekolah, namun juga dapat dimainkan oleh orang dewasa. Khofifah berharap kemunculan game ini mampu mengurangi rasa bosan siswa sekolah selama masa belajar di rumah.
Apalagi, lanjut Khofifah, berdasarkan survey yang digelar Student Research Center PW IPNU Jatim didapati fakta bahwa sebanyak 88 persen siswa mengalami kebosanan selama di rumah akibat Covid-19.
“Di masa PSBB ini, tentunya game ini akan membantu siswa untuk belajar dengan lebih menyenangkan dan terbebas dari kebosanan. Siswa dapat belajar memahami pandemi COVID-19, menangkal penyebaran hoaks, maupun belajar Bahasa Inggris sambil tetap berada di rumah,” papar Khofifah.
“Game ini juga tidak menguras kuota internet karena bisa dimainkan secara offline. Justru dengan bermain game ini, siswa juga terbantu karena berkesempatan memenangkan pulsa,” tambahnya. Khofifah mengatakan, game tersebut tersedia dalam versi windows maupun versi Android. (ayn)
Baca juga: Prabowo Minta Pendidikan Lingkungan Masuk Silabus, Pemerintah Gerak Cepat Tangani Bencana
Editor : Ayun Rahmawati